Bekasi Tolak APTB Dihapus

Rabu, 14 Januari 2015 - 09:52 WIB
Bekasi Tolak APTB Dihapus
Bekasi Tolak APTB Dihapus
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan rencana penghapusan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) di wilayahnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi Sopandi Budiman mengatakan, APTB masih menjadi transportasi andalan warga di Bekasi. ”Masyarakat Bekasi masih butuh APTB,” katanya, kemarin. Pemkot Bekasi, kata Sopandi, sangat setuju dengan perpanjangan Transjakarta sampai ke wilayah perbatasan yang diusulkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Namun diakui saat ini infrastruktur di Kota Bekasi memang belum mendukung. Saat ini, infrastruktur pendukung Transjakarta itu baru ada di sekitar Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria. Untuk itu, sambil menunggu pertumbuhan dan pembangunan infrastrukturnya, APTB jangan sampai dihapuskan sementara.

Menurutnya, jumlah penumpang APTB dari Bekasi cukup banyak hingga ratusan ribu orang setiap bulannya. Asumsinya dalam sehari pengguna APTB dari Bekasi mencapai 6.000 orang. ”Peminat APTB memang cukup banyak menuju Jakarta,” ujarnya.

Sopandi menilai, APTB sudah mampu mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas kendaraan di jalan penghubung Bekasi- Jakarta. Dari 430 ribu perjalanan, sekitar 52% didominasi kendaraan pribadi. ”Kalau bagus, nyaman, tepat waktu, orang akan pilih APTB,” imbuhnya. Seperti diketahui, terdapat tiga trayek pada APTB di Kota Bekasi, yaitu Terminal Bekasi- Tanah Abang, Terminal Bekasi- Dukuh Atas, dan Terminal Bekasi- Bundaran Hotel Indonesia.

Satu trayek lainnya, Terminal Bekasi-Pulogadung tidak berjalan karena mendapat penolakan sopir angkutan umum lainnya. Ketiga trayek yang masih berfungsi itu dilayani oleh 30 armada bus, dari dua operator, yaitu Mayasari Bhakti dan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Masingmasing operator mengoperasikan 15 unit bus untuk mengangkut warga Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika Pemprov DKI Jakarta ingin menghentikan operasional APTB di wilayahnya. Dia hanya meminta agar gubernur memberikan transportasi umum alternatif yang akan menggantikan APTB. Menurutnya, penghapusan APTB itu memang wewenang Jakarta.

”Enggak apa-apa selama ada gantinya. Fasilitas yang dibangun di DKI itu harus sama dengan yang dibangun di Bekasi,” tambahnya.

Abdullah m surjaya
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved