Penjelasan Kompolnas Soal Pencalonan Budi Gunawan Jadi Kapolri
Selasa, 13 Januari 2015 - 17:22 WIB
Penjelasan Kompolnas Soal Pencalonan Budi Gunawan Jadi Kapolri
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara terkait penetapan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman mengatakan, saat pengajuan nama-nama calon Kapolri, institusinya sudah mempertimbangkan berbagai catatan.
"Kalau pada saat itu Pak Jokowi memilih Komjen Budi Gunawan, itu sepenuhnya kewenangan beliau. Yang jelas kami hanya melaksanakan tugas, dan tentu (penetapan tersangka) kami juga menghormati keputusan KPK itu," tutur Hamidah melalui sambungan telepon, Selasa (13/1/2015).
Dia mengungkapkan saat pencalonan Kapolri, Kompolnas mengajukan lima nama jenderal polisi bintang tiga termasuk Budi Gunawan kepada Presiden Jokowi.
Lima nama itu, yakni Wakil Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Putut Bayuseno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Pol Suhardi Alius, dan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno.
"Sekarang, kami tunggu arahan Presiden. Usulan baru (calon Kapolri baru), kami belum tahu," katanya.
Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrachman mengatakan, saat pengajuan nama-nama calon Kapolri, institusinya sudah mempertimbangkan berbagai catatan.
"Kalau pada saat itu Pak Jokowi memilih Komjen Budi Gunawan, itu sepenuhnya kewenangan beliau. Yang jelas kami hanya melaksanakan tugas, dan tentu (penetapan tersangka) kami juga menghormati keputusan KPK itu," tutur Hamidah melalui sambungan telepon, Selasa (13/1/2015).
Dia mengungkapkan saat pencalonan Kapolri, Kompolnas mengajukan lima nama jenderal polisi bintang tiga termasuk Budi Gunawan kepada Presiden Jokowi.
Lima nama itu, yakni Wakil Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Putut Bayuseno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Pol Suhardi Alius, dan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno.
"Sekarang, kami tunggu arahan Presiden. Usulan baru (calon Kapolri baru), kami belum tahu," katanya.
(dam)