Cegah Serangan Teror, Prancis Libatkan Militer

Selasa, 13 Januari 2015 - 13:26 WIB
Cegah Serangan Teror,...
Cegah Serangan Teror, Prancis Libatkan Militer
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis kemarin mengerahkan 10.000 pasukan militer untuk meningkatkan pengamanan setelah adanya sejumlah serangan mematikan pada pekan lalu.

Sasaran utama pengamanan adalah ratusan sekolah Yahudi yang dikhawatirkan menjadi sasaran teror selanjutnya. Selain itu, toko-toko yang biasanya dipadati warga keturunan Yahudi juga dijaga ketat. Ribuan pasukan bersenjata lengkap itu bertujuan memastikan warga Prancis mendapatkan jaminan keamanan.

”Pasukan akan ditempatkan mulai Selasa (kemarin) di sejumlah wilayah yang rawan keamanan,” kata Menteri Pertahanan Jean-Yves le Drian pada Senin (12/1) waktu setempat seperti dikutip Reuters . Penegasan itu diungkapkan saat kabinet Prancis melakukan pertemuan darurat mengenai keamanan.

Menurut Le Drian, penerjunan tentara merupakan permintaan langsung Presiden Prancis Francois Hollande yang meminta bantuan militer untuk mengamankan wilayah yang sensitif dan berisiko mendapatkan ancaman teror. Selain itu, penerjunan tentara aktif itu menunjukkan Prancis masih rawan serangan teror lebih lanjut. ”Ancaman tetap ada. Kita harus melindungi diri kita dari mereka (pelaku teror),” ungkap Le Drian.

Operasi pengamanan itu, menurut dia, melibatkan banyak prajurit layaknya operasi pengamanan dan pertempuran di luar negeri. Padahal penempatan militer Prancis untuk membantu pengamanan merupakan hal yang jarang terjadi di Prancis.

Menurut Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls, pasukan militer itu akan ditempatkan secara meluas dan operasinya dilaksanakan dengan cerdas. ”Peningkatan sistem perekaman berjaringan di seluruh negara bagian juga harus ditingkatkan,” tuturnya. Itu bertujuan mencegah serangan teror dan melakukan pergerakan secara cepat untuk menangani aksi teror.

Tugas prajurit menjaga keamanan itu sebagai dukungan bagi aparat kepolisian yang dinilai teledor atas terjadinya serangan mematikan pekan lalu. Apalagi semua pelaku serangan itu merupakan warga Prancis yang telah masuk daftar gerilyawan yang memiliki afiliasi dengan kelompok gerilyawan di Timur Tengah.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve juga mengungkapkan, Prancis akan menempatkan sekitar 5.000 pasukan keamanan dan polisi untuk melindungi 717 sekolah Yahudi di seluruh negara itu. Antisipasi itu dilakukan karena serangan teror yang berlangsung pekan lalu menargetkan toko Yahudi. ”Tentara juga akan ikut dilibatkan untuk memperkuat keamanan,” kata Cazeneuve di depan orang tua siswa di sekolah Yahudi di Paris selatan.

Selain peningkatan keamanan di dalam Prancis, Cazeneuve juga menegaskan bahwa menteri dalam negeri seluruh Eropa telah sepakat bekerja sama untuk mencegah serangan teror.

Sebelumnya, sebanyak 17 orang tewas di Paris minggu lalu dalam sejumlah serangan terhadap majalah satire Charlie Hebdo, seorang petugas polisi, dan supermarket Yahudi. Pada Minggu (11/1), lebih dari 3 juta orang turun ke jalan-jalan di Paris dan kota-kota lain di Prancis sebagai unjuk solidaritas dan persatuan.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan jumlah peserta aksi tersebut di seluruh Prancis mencapai setidaknya 3,7 juta orang, termasuk 1,6 juta di Paris.

Andika Hendra m
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved