Meneruskan Ekonomi Hijau

Selasa, 13 Januari 2015 - 11:14 WIB
Meneruskan Ekonomi Hijau
Meneruskan Ekonomi Hijau
A A A
EGI RYAN ALDINO
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Anggota Lembaga Kajian Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta


Gaya hidup masyarakat saat ini telah menunjukkan bahwa pembangunan secara melambat pasti meningkat.

Perumahan, industri, dan transportasi saling mengejar satu sama lain demi satu tujuan, yakni ekonomi yang mapan. Jika diteruskan, pembangunan yang begitu eksploitatif ini dapat menciderai sumber daya yang ada dan mengkhawatirkan ekosistem saat ini dan masa depan.

Meski ditetapkan menjadi paru-paru dunia, Indonesia pada tahun 2014 ini menyumbangkan 2,05 miliar ton emisi karbon dan menjadikannya negara keenam penghasil emisi terbesar. Data ini dilansir oleh World Resources Institute, sebuah organisasi aktif yang melaporkan perkembangan emisi negara-negara di dunia sejak 1850.

Dengan alasan pertumbuhan ekonomi, sepertinya masyarakat dan pemerintah terlena untuk meneruskan pembangunan tanpa memikirkan kondisi alam yang makin tak seimbang. Sebagai contoh, kontroversi yang begitu marak, yakni hutan-hutan gambut yang dikonversi menjadi ladang kelapa sawit.

Meski ada permasalahan demikian, sejak 2012, semangat warga dunia untuk menyelaraskan perubahan pada ekonomi dan lingkungan sudah hadir dengan adanya United Nations Environment Programme yaitu Green Economy. Sebuah konsep ekonomi di mana tujuan dasarnya ingin menghilangkan dampak negatif dari pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

Dengan kalimat sederhana, perekonomian yang rendah karbon dan hemat sumber daya alam. Presiden ke 32 AS Franklin Delano Roosevelt pernah mengirimkan surat kepada semua gubernur di setiap negara bagian. Ia menuliskan untuk mengajak semua bergabung dalam mewujudkan konservasi lahan.

Dalam suratnya, ada sebuah kutipan menarik, yaitu sebuah bangsa yang menghancurkan alamnya telah menghancurkan bangsanya sendiri. Perkataan dan semangat Roosevelt mungkin adalah cikal bakal dari seluruh kegiatan penyelamatan lingkungan pada zamannya. Ekonomi hijau pun seharusnya juga tidak sulit untuk diteruskan dan dilakukan pada zaman sekarang.

Dengan fakta di mana sudah banyak pemerhati lingkungan, penciptaan teknologi ramah lingkungan, dan aturan yang berpihak pada perlindungan lingkungan. Terlepas dari perdebatan di luar sana bahwa ekonomi tidak akan pernah berjalan beriringan dengan lingkungan, masyarakat dan pemerintah tidak boleh menyerah untuk menyejajarkan keduanya pada level yang sama.

Sebuah perekonomian baik terbentuk atas pembangunan yang berjalan stabil tanpa perlu mengorbankan pemenuhan kebutuhan di masa depan. Di mana keseimbangan dengan alam, perlu menjadi prioritas serius demi kehidupan kelak.

Ini saatnya berpikir kembali atas kegiatan bisnis yang selama ini dilakukan, dan meneruskan kembali konsep ekonomi hijau.
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved