Daerah Perbatasan Masih Memprihatinkan

Minggu, 11 Januari 2015 - 13:19 WIB
Daerah Perbatasan Masih...
Daerah Perbatasan Masih Memprihatinkan
A A A
JAKARTA - Pembangunan daerah perbatasan dinilai masih sangat kurang. Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga merupakan kepala BNPP, Tjahjo Kumolo, mengatakan jika dibandingkan dengan negara lain, daerah perbatasan Indonesia seperti kandang kerbau.

“Di negara tetangga sudah bagus. Di kita seperti kandang kerbau. Waktu ke Nunukan ketikaditanya soalpelabuhandisana kelas berapa, setiap orang jawabannya berbeda. Bahkan kepalanya tidak ada. Saya ke Papua Nugini sudah seperti bumi dan langit,” ujarnya di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Jakarta kemarin.

Kondisi kawasan perbatasan yang belum dapat dikatakan baik menurut Tjahjo juga disebabkan tidak maksimalnya peranan BNPP yang mengoordinasi pembangunan di sana. Bahkan Tjahjo memperingatkan jika pada tahun ini tidak bekerja secara maksimal, BNPP terancam dibubarkan.”BNPP ini sudah empat tahun, tapi ya itulah wajah perbatasan kita. Kalau memang tidak mampu lebih baik bubar. Tapi membubarkan itu masalah UU,” katanya.

Sejak berdiri empat tahun lalu, dana untuk perbatasan hanya sekitar 20% yang benarbenar direalisasi. Karena itu, dia meminta BNPP meningkatkan peranannya dalam mengoordinasi pembangunan daerah perbatasan. ”Koordinasi antar-ditjen di Kemendagri saja belum maksimal, apalagi dengan kementerian/ lembaga lain. Ini harus kita ubah polanya. Terutama berkaitan dengan koordinasi,” tegas dia.

Menurut dia, BNPP harus bekerja maksimal. Apalagi arahan Presiden dengan tegas menyebutkan bahwa pembangunan akan dimulai dari pinggir, termasuk di dalamnya wilayah perbatasan.” Tahun 2015 ini entry point untuk menjadikan pintu masuk mengubah secara total wajah perbatasan kita. Tidak hanya secara fisik, tetapi secara komprehensif. Baik tingkat pembangunan kesejahteraan masyarakatnya, fasilitasnya, pengamanannya maupun peningkatan kualitas SDMnya,” ujar dia.

Apalagi pemerintah berencana mengucurkan anggaran daerah perbatasan Rp16 triliun pada 2015. Anggaran tersebut terdiri atas anggaran murni pada APBN sebesar Rp8,7 triliun dan akan diusulkan dalam APBN-P Rp6,9 triliun. ”Pemerintah mengupayakan alokasi APBN dan APBN-P sebesar Rp16 triliun. Untuk Rp 8,7 triliun ada di 16 kementerian/ lembaga, sedangkan Rp6,9 triliun akan diusulkan pada 10 kementerian,” katanya.

Sekretaris BNPP Triyono Budi Santoso mengatakan akan memperbaiki pola koordinasi. Menurut dia memang cukup sulit mengoordinasi pembangunan di wilayah perbatasan karena secara otoritas BNPP belumlah kuat.”Kita akan berusaha melakukan fungsi koordinasi dengan baik. Masalah perhatian saja yang kurang. Kita tidak punya otoritas penganggaran,” tuturnya.

Dita angga
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Semarang Menuju Pusat...
Semarang Menuju Pusat Investasi Hijau: Proyek Rp3 Triliun Walikota Agustina Kebanjiran Peminat
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved