KY: Tim Panel Kasus TPI Akan Panggil Hakim MA

Jum'at, 09 Januari 2015 - 19:01 WIB
KY: Tim Panel Kasus...
KY: Tim Panel Kasus TPI Akan Panggil Hakim MA
A A A
JAKARTA - Tim panel yang bertugas memeriksa dugaan pelanggaran kode etik tiga hakim Mahkamah Agung (MA) terkait putusan menolak Peninjauan Kembali (PK) dalam kasus sengketa perdata kepemilikan saham TPI, akan dibentuk pada pertengahan Januari 2015.

Menurut Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bidang Pengawasan dan Investigasi, Eman Suparman, tim panel yang dibentuknya tersebut akan bertugas melakukan pemeriksaan terhadap putusan yang dibuat tiga hakim atau melakukan upaya pemeriksaan kembali (anotasi).

"Nanti tim panel itu yang akan mengurusi (kasus) itu, termasuk mamanggil pihak-pihak terlapor, juga meminta keterangan Hakim MA," kata Eman, saat dihubungi Sindonews, Jumat (9/1/2015).

Eman memang ditunjuk untuk memilih tim panel yang akan memeriksa kasus tersebut. Namun, dia mengaku belum menentukan orang-orang yang akan bertugas menjadi tim panel.

Menurut dia, meski dalam pengadilan berbeda, yakni Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sudah mengeluarkan putusan tetap, tetapi proses di KY terus berjalan. Sebab, kasus itu dipersoalkan di MA. Tugas KY katanya, memeriksa ada atau tidaknya dugaan pelanggaran kode etik hakim MA karena mengurus kasus tersebut.

Sementara itu, Eman mengabarkan, tim investigasi yang juga dibentuk KY untuk menelusuri dugaan pelanggaran kode etik tiga hakim MA masih bekerja dan menggali keterangan di lapangan. Laporan terakhir dia dapat, tim investigasi segera melaporkan hasil investigasinya.

"Temuan (tim investigasi) nanti yang akan diberikan (kepada) panel untuk tambahan melakukan pemeriksaan hakim," ujarnya.

Sebelumnya, tiga Hakim Agung yaitu Hakim Agung Muhammad Saleh, Hamdi dan Abdul Manan dilaporkan PT Berkah Karya Bersama kepada KY. Tiga hakim itu diduga melanggar kode etik lantaran menolak PK PT Berkah Karya Bersama.

Sementara di pengadilan berbeda yakni, pengadilan Arbitrase, BANI telah memutuskan kasus kepemilikan saham TPI dimenangkan PT Berkah Karya Bersama, dan mewajibkan pihak bersengketa yang kalah, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut didenda membayar utang sebesar Rp510 miliar dan uang biaya perkara sebesar Rp2,3 miliar yang harus dibayarkan kepada PT Berkah sebagai biaya talangan.
(hyk)
Berita Terkait
Jadwal Live Televisi...
Jadwal Live Televisi MNC Group Fase Grup Piala Eropa 2020
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi dan DKV MNC University Belajar Proses Produksi Program TV di MNC TV
PT Mitra Sahabat Sawerigading...
PT Mitra Sahabat Sawerigading Bayar Sewa Lahan TPI Balambang
MNC TV Apresiasi Kerja...
MNC TV Apresiasi Kerja Keras Tim di MNC Sport Competition
Cara Setting Parabola...
Cara Setting Parabola untuk Nonton TV Digital
Turnamen Tenis Meja...
Turnamen Tenis Meja MNC Sport Competition, MNC TV: Wadah Menjajal Skill
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved