Golkar Kepri Tunggu Keputusan Islah Ical dan Agung
Kamis, 08 Januari 2015 - 15:26 WIB
Golkar Kepri Tunggu Keputusan Islah Ical dan Agung
A
A
A
BATAM - Kader Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri) berharap seteru antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono segera berakhir. Kader Golkar hingga saat ini masih menunggu hasil keputusan untuk islah.
Seperti diketahui, upaya islah Partai Golkar belum juga mencapai kata sepakat hingga tahun berganti. Namun, baik pihak Ical maupun Agung sepakat terus melanjutkan upaya perdamaian.
Kubu Agung yang menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen Lingkungan Hidup dan Kependudukan DPP Partai Golkar, Pajrin Sihab mengatakan, sejauh ini belum ada perubahan posisi dalam proses perundingan antara kubu Ical dan Agung.
Sejauh ini, kata kader yang mendukung Agung Laksono ini, pihaknya sesuai dengan kesepakatan bersama kubu Agung sudah mengajukan beberapa persyaratan untuk islah tersebut antara lain kubu Ical harus keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
"Kader Golkar saat ini semua berharap perseteruan ini segera berakhir untuk menentukan Golkar ke depannya. Kami kader hanya menunggu kedua kubu terkait hasil perundingan," katanya.
Dia menambahkan, sejak dulu Golkar selalu menggunakan cara-cara yang bermartabat, elegan dan selalu berdasarkan aturan dan hukum. Tidak dengan cara kekerasan dan pemaksaan kehendak.
"Saat ini bukan lagi waktunya berseteru apalagi di tingkat daerah, saatnya kita bekerja demi menyongsong kejayaan pada 2019 untuk menyelamatkan Golkar," tandasnya.
Sementara, kader Golkar kubu Ical yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abiddin mengatakan, sejauh ini walaupun ada sedikit gejolak di Golkar Kepri namun hal tersebut bukan berarti adanya perpecahan. Pihaknya berharap Golkar Kepri tetap solid demi menuju kejayaan di 2019 mendatang.
"Untuk kesepakatan damai, kader di daerah sejauh ini kondusif saja. Namun beberapa gejolak beberapa waktu lalu, sebagai organisasi sah sah saja," katanya.
Zainal berharap, Golkar segera menyatu kembali untuk memajukan Golkar bersama-sama karena untuk mencari kader sangat susah. "Persoalan ini diharapkan segera cepat selesai. Untuk pertemuan sesama kader kubu Ical dan Agung belum ada. Kami masih saling menunggu islah," katanya.
Seperti diketahui, upaya islah Partai Golkar belum juga mencapai kata sepakat hingga tahun berganti. Namun, baik pihak Ical maupun Agung sepakat terus melanjutkan upaya perdamaian.
Kubu Agung yang menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen Lingkungan Hidup dan Kependudukan DPP Partai Golkar, Pajrin Sihab mengatakan, sejauh ini belum ada perubahan posisi dalam proses perundingan antara kubu Ical dan Agung.
Sejauh ini, kata kader yang mendukung Agung Laksono ini, pihaknya sesuai dengan kesepakatan bersama kubu Agung sudah mengajukan beberapa persyaratan untuk islah tersebut antara lain kubu Ical harus keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
"Kader Golkar saat ini semua berharap perseteruan ini segera berakhir untuk menentukan Golkar ke depannya. Kami kader hanya menunggu kedua kubu terkait hasil perundingan," katanya.
Dia menambahkan, sejak dulu Golkar selalu menggunakan cara-cara yang bermartabat, elegan dan selalu berdasarkan aturan dan hukum. Tidak dengan cara kekerasan dan pemaksaan kehendak.
"Saat ini bukan lagi waktunya berseteru apalagi di tingkat daerah, saatnya kita bekerja demi menyongsong kejayaan pada 2019 untuk menyelamatkan Golkar," tandasnya.
Sementara, kader Golkar kubu Ical yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abiddin mengatakan, sejauh ini walaupun ada sedikit gejolak di Golkar Kepri namun hal tersebut bukan berarti adanya perpecahan. Pihaknya berharap Golkar Kepri tetap solid demi menuju kejayaan di 2019 mendatang.
"Untuk kesepakatan damai, kader di daerah sejauh ini kondusif saja. Namun beberapa gejolak beberapa waktu lalu, sebagai organisasi sah sah saja," katanya.
Zainal berharap, Golkar segera menyatu kembali untuk memajukan Golkar bersama-sama karena untuk mencari kader sangat susah. "Persoalan ini diharapkan segera cepat selesai. Untuk pertemuan sesama kader kubu Ical dan Agung belum ada. Kami masih saling menunggu islah," katanya.
(kri)