Menata Lahan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2015 - 11:17 WIB
Menata Lahan Indonesia
Menata Lahan Indonesia
A A A
Indonesia sambut 2015. Banyak kejadian menimpa, manis maupun pahit, di tahun 2014. Banyak musibah yang datang silih berganti. Musibah alam ataupun akibat human error.

Diawali dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diiringi dengan meningkatnya sembilan bahan pokok (sembako). Harga cabai yang melonjak drastis tanpa bisa dikendalikan, harga bawang merah, serta kebutuhan pokok yang lain. Disusul dengan datangnya musibah tanah longsor di Banjarnegara yang menelan banyak korban jiwa.

Terlahir sebagai manusia, kita hanya bisa melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain. Semua musibah yang datang harus kita hadapi dengan lapang dada dan tetap bersyukur karena masih bisa bernafas dengan gratis. Memang dampak naiknya harga BBM bukanlah suatu musibah bagi manusia yang hidup berkecukupan.

Namun bagi sebagian manusia lain yang mempunyai pekerjaan tidak tetap, kenaikan BBM tersebut sudah pasti mencekik kehidupannya. Dengan kata lain, untuk makan sehari-hari saja sudah susah, malah tambah susah akibat kenaikan harga BBM. Otomatis harga bahan pangan pun naik.

Begitulah masyarakat kecil menanggapi kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu. Dalam menyambut tahun 2015, besar harapan dari kita semua Indonesia harus menjadi negara yang mampu menjadi pemasok kebutuhan sendiri. Misalnya konsumsi terhadap produk lokal. Indonesia adalah negara kaya.

Dari luas daratan dan lautan yang mampu menghasilkan berbagai macam bahan yang siap dikonsumsi masyarakatnya. Dengan luas daratan, Indonesia dapat memanfaatkan lahan dengan menanam padi sebagai sumber makanan pokok, menanam bawang merah, bawang putih, cabai, tebu, dan lain-lain.

Semua lahan tersebut dimanfaatkan secara maksimal agar Indonesia tidak mengimpor bahan pangan dari luar negeri. Ironis tatkala Indonesia mempunyai lahan seluas itu, tetapi masih saja mengandalkan produk asing dengan mengimpor sejumlah bahan pangan. Jika Indonesia ingin maju, pola pikir pemerintahan yang hobi mengimpor haruslah diubah.

Maksimalkan hasil produksi lokal agar Indonesia di tahun 2015 bisa menjadi lebih jaya. Semoga di tahun 2015 mendatang, negara kita tercinta Indonesia dijauhkan dari segala macam bencana dan bisa menjadi negara yang jaya. Amin.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved