PKB Nilai DPR Keterlaluan Tetap Ngotot Interpelasi

Jum'at, 02 Januari 2015 - 11:14 WIB
PKB Nilai DPR Keterlaluan...
PKB Nilai DPR Keterlaluan Tetap Ngotot Interpelasi
A A A
JAKARTA - Penggalangan hak interpelasi dilakukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di saat harga minyak dunia turun.

Kemudian tahun 2015 ini, pemerintah sudah menurunkan harga BBM, tapi pengajuan hak interpelasi masih akan berlanjut.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Abdul Malik Haramain menilai, penggalangan interpelasi tersebut sebagai tindakan yang keterlaluan.

Menurutnya, dengan turunnya harga BBM bersubsidi, maka penggunaan hak interpelasi oleh DPR sudah tidak relevan lagi.

"Enggak relevan, sudah keterlaluan. Biarkan presiden yang buat kebijakan, jadi sudah enggak perlu lagi (interpelasi)," ujar Abdul Malik, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB ini menilai demikian karena, kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM merupakan bagian dari hak prerogatif presiden.

Bahkan harga BBM semestinya tidak perlu diturunkan. Tapi, mengingat itu merupakan kebijakan presiden maka, sebagai partai pendukung dirinya juga akan mendukung kebijakan tersebut.

"Keputusan bapak presiden begitu, kan dia yang punya kuasa," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved