Masih Rupiah, Bukan Dinar

Jum'at, 02 Januari 2015 - 09:45 WIB
Masih Rupiah, Bukan...
Masih Rupiah, Bukan Dinar
A A A
Fluktuasi mata uang adalah hasil alami dari sistem nilai tukar yang berubah-ubah yang merupakan norma dari sebagian besar perekonomian utama. Nilai tukar satu mata uang terhadap yang lain dipengaruhi berbagai faktor fundamental dan teknis.

Termasuk di antaranya permintaan dan penawaran mata uang dalam negeri maupun mata uang asing, tingkat suku bunga yang akan memengaruhi perubahan investasi di Indonesia, inflasi, tekanan global, dan sebagainya. Tahun 2015 adalah tahun global. Pintu-pintu perbatasan telah dibuka. Akses seseorang, barang maupun jasa akan lebih mudah masuk dan keluar dari dan menuju suatu negara.

Pertukaran dan perdagangan ini mutlak melibatkan mata uang. Penggunaan uang yang tidak hati-hati akan dapat mengakibatkan inflasi. Secara definisi inflasi merupakan kenaikan harga secara umum dan terus-menerus. Karenanya, untuk menjaga nilai mata uang gunakanlah uang dengan bijak. Melemahnya rupiah memang tidak melulu membawa dampak negatif.

Misalnya bagi mereka para eksportir, termasuk petani yang hasil pertaniannya dapat diekspor. Melemahnya nilai tukar rupiah bukan menjadi masalah malah bisa menguntungkan, karena nilai yang dibayarkan atas barang yang diekspor bisa sangat tinggi. Namun berbeda bagi para importir, termasuk industri domestik dan pengusaha elektronik.

Karena nilai mata uang rupiah turun, harga bahan-bahan atau barang industri yang dipasok dari luar negeri akan naik, biaya produksi bertambah maka terpaksa harga barang yang dijual juga harus tinggi. Akibatnya daya beli masyarakat berkurang dan penjual merugi. Terlepas dari siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan atas fluktuasi nilai tukar rupiah.

Sebagai identitas bangsa, nilai tukar mata uang negara tidak boleh labil. Karena implikasinya sangat luas, menyangkut harkat dan martabat bangsa. Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari nilai tukar mata uangnya. Ketika mata uang suatu negara lemah, maka dapat dinilai negara tersebut tidak dapat bersaing dengan negara lain dalam bidang ekonomi. Jangan sampai fluktuasi mata uang mendikte perekonomian negara. Pemerintah harus lebih bersinergi.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved