PDIP Minta Jokowi Buktikan Penuntasan Kasus HAM

Selasa, 30 Desember 2014 - 20:30 WIB
PDIP Minta Jokowi Buktikan...
PDIP Minta Jokowi Buktikan Penuntasan Kasus HAM
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP PDIP Trimedya Panjaitan menyatakan, kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu harus menjadi prioritas Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) untuk dituntaskan.

Sebab, jika tak dituntaskan Pemerintah Jokowi, maka utang penuntasan kasus HAM tersebut akan menjadi utang yang bakal terus ditagih para korban dan masyarakat.

Diakuinya, penyelesaian kasus HAM menjadi tantangan berat bagi pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) ini.

"Tantangan ini harus dijawab, sekaligus untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Jokowi-JK dalam penegakan hukum dan HAM," kata Trimedya di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).

Trimedya melanjutkan, sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang harus dituntaskan Jokowi antara lain, Kasus Papua 1966-1998, Peristiwa Tanjung Priok 1984.

Kemudian peristiwa Talangsari Lampung 1989, kasus 27 Juli 1996, Penembakan Trisakti, Semanggi I dan II, kerusuhan sosial akhir Orde Baru dan Penculikan oleh Tim Mawar.

"Lalu ada juga kasus tewasnya aktivis HAM, Munir Said Thalib," ungkapnya.

Dalam catatan akhir tahunnya, kata dia, PDIP mengklaim akan mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk meminta dan memeriksa kasus pelanggaran HAM berat tersebut.

Kemudian katanya, Kejagung dituntut untuk mengumumkan penyelidikan kasusnya sampai sejauh mana kepada masyarakat.

"Kejaksaan harus melimpahkan berkas perkara yang penyidikannya telah selesai ke Pengadilan HAM atau Pengadilan HAM ad hoc," jelasnya.

Dia percaya, penuntasan kasus pelanggaran HAM berat di masa pemerintah Jokowi-JK akan memberikan harapan publik. Setidaknya kata dia, melalui program Nawa Cita sejumlah tuntutan korban pelanggaran HAM berat diprioritaskan.

Sebagaimana tercermin dalam Nawa Cita Jokowi yang menyatakan, kami akan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpecaya.
(mhd)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved