Belum Ada Kebijakan Konkret Jokowi Atasi Intoleransi Agama

Senin, 29 Desember 2014 - 16:03 WIB
Belum Ada Kebijakan...
Belum Ada Kebijakan Konkret Jokowi Atasi Intoleransi Agama
A A A
JAKARTA - The Wahid Institute dalam laporan akhir tahun 2014 mencatat, tren peristiwa praktik dan tindakan intoleransi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) pada tahun 2014 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Namun tren penurunan tersebut bukan berarti pemerintah bisa mengklaim telah berhasil. Sebab, tren itu harus ditingkatkan dan dipertahankan oleh Pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

Direktur The Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) menyatakan, meski Pemerintah Jokowi memasukkan penanganan pelanggaran KBB dan intoleransi dalam program Nawacita, tetapi belum ada kebijakan yang konkret.

"Pemerintah Jokowi berjanji menghapus regulasi yang berpotensi melanggar HAM dan memberikan jaminan perlindungan dan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan serta melakukan langkah hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama," kata Yenny di kantornya, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2014).

Putri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melanjutkan, di tahun 2014 ini, penanganan terhadap pelaku pelanggaran KBB dan intoleransi telah menunjukan tren positif. Hal itu katanya, perlu dilanjutkan pemerintah Jokowi.

Selain itu, peran pemerintah dan DPR juga perlu ditingkatkan terkait fungsi pemantauan, pengawasan dan evaluasi secara ketat terhadap pelaksanaan aturan atau undang-undang pemerintah daerah khususnya pembagian wewenang masalah agama antara pusat dan daerah.
(maf)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved