SBY Diminta Dorong Kader Muda Pimpin Demokrat
Senin, 29 Desember 2014 - 12:51 WIB
SBY Diminta Dorong Kader Muda Pimpin Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat dijadwalkan akan kongres pada awal tahun 2015 mendatang. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum (ketum) dinilai punya peluang besar untuk kembali menakhodai Demokrat.
Namun, pengaruh SBY di internal Demokrat yang masih sangat kuat itu justru berdampak negatif terhadap proses regenerasi di internal partai.
"SBY memang punya kans besar untuk kembali memimpin partai (Demokrat)," kata peneliti pada Divisi Kajian Hukum Tata Negara Sigma M Imam Nasef kepada Sindonews, Senin (29/12/2014).
"Sebab pengaruhnya di internal Demokrat masih sangat kuat. Akan tetapi, hal itu justru akan menghambat proses regenerasi di Partai Demokrat," imbuhnya.
Menurut hemat Nasef, regenerasi adalah kunci dari kesinambungan sebuah partai politik. Partai politik yang gagal melakukan regenerasi, lanjut dia, tidak akan mampu survive dalam kancah perpolitikan nasional.
"Apalagi pada pemilu mendatang yang penyelenggaraannya serentak, sosok atau figur parpol menjadi penentu kemenangan," tuturnya.
"Kalau Demokrat tidak mampu menghadirkan figur baru yang kompeten dan kredibel, tentu sulit untuk memenangi pemilu yang akan datang," kata Nasef.
Keluar dari polemik itu, kata Nasef, sebaiknya Demokrat mendorong kader mudanya untuk ikut berkompetisi dalam kongres, dan sebaiknya SBY juga mampu bersikap legowo dan bijaksana atas kehadiran sosok-sosok muda tersebut.
"Kalau SBY masih ingin untuk maju pada kongres mendatang, maka prosesnya harus dipastikan terlaksana sedemokratis mungkin. Sehingga dapat membuka persaingan secara sehat antar kader," tutupnya.
Namun, pengaruh SBY di internal Demokrat yang masih sangat kuat itu justru berdampak negatif terhadap proses regenerasi di internal partai.
"SBY memang punya kans besar untuk kembali memimpin partai (Demokrat)," kata peneliti pada Divisi Kajian Hukum Tata Negara Sigma M Imam Nasef kepada Sindonews, Senin (29/12/2014).
"Sebab pengaruhnya di internal Demokrat masih sangat kuat. Akan tetapi, hal itu justru akan menghambat proses regenerasi di Partai Demokrat," imbuhnya.
Menurut hemat Nasef, regenerasi adalah kunci dari kesinambungan sebuah partai politik. Partai politik yang gagal melakukan regenerasi, lanjut dia, tidak akan mampu survive dalam kancah perpolitikan nasional.
"Apalagi pada pemilu mendatang yang penyelenggaraannya serentak, sosok atau figur parpol menjadi penentu kemenangan," tuturnya.
"Kalau Demokrat tidak mampu menghadirkan figur baru yang kompeten dan kredibel, tentu sulit untuk memenangi pemilu yang akan datang," kata Nasef.
Keluar dari polemik itu, kata Nasef, sebaiknya Demokrat mendorong kader mudanya untuk ikut berkompetisi dalam kongres, dan sebaiknya SBY juga mampu bersikap legowo dan bijaksana atas kehadiran sosok-sosok muda tersebut.
"Kalau SBY masih ingin untuk maju pada kongres mendatang, maka prosesnya harus dipastikan terlaksana sedemokratis mungkin. Sehingga dapat membuka persaingan secara sehat antar kader," tutupnya.
(maf)