Atasi Problem Listrik, Myanmar Pakai Generator Gas

Minggu, 28 Desember 2014 - 13:15 WIB
Atasi Problem Listrik,...
Atasi Problem Listrik, Myanmar Pakai Generator Gas
A A A
Myanmar memiliki cara agar masalah listrik di sejumlah wilayah negaranya dapat teratasi. Mereka menggunakan generator gas, model penyediaan energi yang dianggap murah, efisien, dan ramah lingkungan.

Proyek ini baru saja diterapkan di kota kecil Kyaukse, sekitar sejam perjalanan dari kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay. Di negeri yang dulunya dikenal Birma tersebut, keberadaan generator gas sebagai pembangkit listrik adalah hal baru. Dengan mengusung model generator gas, tentu disana tidak akan ada tiang listrik yang tinggi menjulang atau ruang turbin besar.

Yang ada justru bekas peti kemas bekas berwarna putih berjejer rapi di sebuah tempat. Peti kemas itulah yang menjadi rumah atau sumber generator gas. Saat ini terdapat 67 generator gas, setiap rumah generator dapat menghasilkan 1,5 megawatt (MW) tenaga listrik. Generator setidaknya bisa menyediakan 83 MW secara kontinu, jika dihitung saat ada perbaikan atau ada yang diistirahatkan.

Sumber energi sebesar itu cukup memenuhi kebutuhan enam juta penduduk. Model pembangkit listrik seperti ini bisa dikatakan sebagai ”fast track ” penyediaan kebutuhan energi. Semua karena proses pengadaannya yang tak memerlukan waktu panjang sebagaimana pembangkit listrik konvensional.

Butuh setidaknya empat sampai lima tahun membangun pembangkit listrik konvensional, mulai dari perencanaan, pendanaan, pembangunan, dan pengawasan. Pemerintah Myanmar menyewa jasa penyediaan generator gas dari firma Amerika Serikat (AS), APR Energy.

Kesepakatan kerja sama berlangsung pada Desember 2013. Dan hanya tiga bulan sesudahnya, pembangkit listrik di Kyaukse telah siap dan beroperasi. ”Ini adalah model pembangkit yang sangat sederhana. Kami mengimpor semua perlengkapan, memasangnya, mengawasi, dan beroperasi. Staf kami mengoperasikan melalui kontrak yang sudah disepakati,” kata Direktur Pengelola APR Energy Asia-Pasifik, Clive Turton, dikutip BBC.

Berkat terobosan model energi ini, APR Energy menjadi terkenal. Mereka disebut sebagai perusahaan penyedia energi ”fast track”. Dalam satu dekade terakhir, bisnisnya sudah sangat berkembang dan kini sudah melayani kebutuhan listrik di lebih dari 25 negara. Meski demikian, model pembangkit listrik seperti ini masuk kategori sementara waktu dan dalam skala kecil. Kontrak APR bersama pemerintah Myanmar sendiri hanya berjalan dua tahun. Jika tidak ada pembaruan, generator akan kembali berpindah ke wilayah yang memerlukan.

Sugeng wahyudi
(bbg)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved