Annas Maamun Bakal Dijerat TPPU

Senin, 15 Desember 2014 - 12:27 WIB
Annas Maamun Bakal Dijerat...
Annas Maamun Bakal Dijerat TPPU
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menerapkan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kepada Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, kemungkinan besar berkas perkara Annas Maamun dan pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Gulat Medali Emas Manurung sudah lengkap dan dilimpahkan ke penuntutan.

Namun, menurut Johan, penyidik pun tengah memvalidkan dugaan TPPU yang akan disangkakan kepada Annas. “Untuk saat ini memang belum, (sedang) dilihat dulu untuk TPPU itu unsur seperti dalam pasal-pasal UU 8/2010,” kata Johan kepada KORAN SINDO kemarin. Dia belum mengetahui berapa jumlah total aset Annas. Namun, dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN), total harta Annas mencapai Rp12,418 miliar dengan jumlah aset 24 jenis.

Johan memaparkan, berkaitan unsur-unsur dalam UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU ada dua yang harus dipenuhi. Pertama, berkaitan dengan profil dari tersangka seperti membandingkan aset dalam LHKPN dengan realitas sebenarnya. Kedua, punya dugaan kuat aset berkaitan atau patut diketahui atau patut menduganya berasal dari hasil tindak pidana korupsi (tipikor).

“Di dalam TPPU itu ada kewajiban pembuktian terbalik dari tersangka atau terdakwa,” bebernya. Penyidik, menurutnya, memperoleh hasil signifikan dari penelusuran aset Annas Maamun baik bergerak maupun tidak bergerak. Sudah ada aset Annas yang diduga berkaitan dengan dugaan perkara suap atau berasal dari hasil tindak pidana korupsi. “Sudah ada (aset Annas Maamun) yang disita tapi apa bentuknya dan berapa jumlahnya aku belum tahu,” tuturnya.

Kasus suap alih fungsi hutan Riau dalam kaitan perubahan tata ruang ini masih dikembangkan ke Kementerian Kehutanan dan DPR. Apalagi sebelumnya KPK sudah memeriksa mantan Menhut Zulkifli Hasan, pejabat-pejabat Kemenhut, dan Mantan Ketua Komisi IV DPR Mochammad Romahurmuziy (Romi) sebagai saksi.

Eva Nora, kuasa hukum Annas Maamun, mengaku belum menerima informasi dari penyidik perihal pelimpahan berkas kliennya ke tahap penuntutan. Eva juga belum menerima informasi upaya penetapan TPPU terhadap kliennya. Karena itu, Eva belum bisa mengomentarinya.

Sabir laluhu
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved