Meningkatkan Ekonomi Mandiri

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:04 WIB
Meningkatkan Ekonomi...
Meningkatkan Ekonomi Mandiri
A A A
Pengelolaan destinasi wisata dan pertambangan Indonesia dirasa belum cukup mandiri. Kita seolah masih belajar merangkak untuk memajukan dua sektor tersebut. Ini terlihat dari masih banyak pihak asing yang turun tangan mengelola destinasi wisata dan pertambangan Indonesia.

Kepandaian mereka dalam mengelola didukung dengan kemudahan akses berbisnis di Indonesia menjadikan bangsa Indonesia kalah saing. Kini destinasi wisata bahari Indonesia sedang naik daun. Ini didukung dengan wacana Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia kembali menjadi negara maritim.

Alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pun digadang-gadang akan dialihkan untuk sektor maritim. Faktanya, destinasi wisata bahari Indonesia masih banyak dikelola pihak asing. Misalnya Raja Ampat di Papua, wisata alam bawah laut yang memesona para penyelam, seharusnya menjadikan warganya sejahtera, tetapi kenyataannya tidak.

Belum mampunya pemerintah mengelola destinasi wisata dan tambang seolah menjadi legitimasi pihak asing untuk datang dan membantu mengelola sumber daya alam kita. Padahal, jika kita dapat mengelola secara mandiri, itu akan memajukan perekonomian Indonesia. Indonesia sebenarnya mampu berdiri sendiri mengelola sumber daya alam dengan baik.

Itu ditunjang dengan sumber daya manusia Indonesia yang mulai bersaing di kancah internasional. Banyak generasi penerus bangsa yang dapat mengelola dan menciptakan jaringan kuat dalam ekonomi mandiri. Selain itu, mereka juga mampu menciptakan beragam alat yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan sektor wisata bahari dan pertambangan.

Namun, semua itu akan sia-sia jika tak ada perhatian pemerintah. Karena itu, marilah kita sebagai bangsa Indonesia meningkatkan kualitas diri sebelum Masyarakat Ekonomi ASEAN dibuka. Saat kita sudah mampu memperkuat ekonomi dengan mengelola secara mandiri sumber daya yang ada di Indonesia, kita tidak perlu takut kalah saing dengan pihak asing. Bangsa Indonesia haruslah tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved