Bangunkan The Sleeping Giant

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:01 WIB
Bangunkan The Sleeping...
Bangunkan The Sleeping Giant
A A A
Indonesia merupakan negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau. Indonesia mempunyai wilayah laut dua pertiga lebih luas dari wilayah daratannya serta sumber laut yang berlimpah, sekitar 45%, dan mempunyai cakupan terumbu karang terbesar di dunia.

Namun, kini bangsa Indonesia masih belum bisa memanfaatkan potensi ekonomi sektor kelautan dan perikanan tersebut secara produktif dan optimal. Berdasarkan data statistik perikanan tangkap dunia oleh Dirjen Perikanan Tangkap, Indonesia memproduksi ikan, krustasea, moluska, dan lainnya sebesar Rp5.813.800/ton pada 2012, jauh di bawah Tiongkok yang memproduksi Rp16.167.443/ton.

Ini menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mengoptimalkan sebagian besar potensi perikanannya. Ini karena dukungan infrastruktur, permodalan, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kelembagaan terhadap sektor kelautan masih rendah. Produktivitas nelayan juga tergolong rendah.

Grafik statistik kelautan dan perikanan memperlihatkan Indonesia mengalami kemerosotan dalam ekspor hasil perikanan pada 2014, tidak lebih dari USD2 miliar. Distribusi nelayan dan kapal ikan tidak merata. Di satu sisi, di sejumlah wilayah laut dangkal banyak kapal ikan beroperasi yang sebagian besarnya mengalami kelebihan tangkap.

Di sisi lain, terjadi kekurangan jumlah kapal ikan di wilayah laut lepas sehingga wilayah perairan banyak dimasuki kapal asing yang ingin menangkap ikan secara ilegal. Pengusaha perikanan juga masih dihadapi berbagai macam pajak yang memberatkan.

Maka itu, demi memajukan perekonomian Indonesia, perlu sebuah inovasi dan strategi kebijakan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam di sektor kelautan dan perikanan secara produktif dan optimal. Bangsa Indonesia juga harus siap membangunkan potensi raksasa kelautan Indonesia yang telah lama tertidur pulas. Ini akan berdampak sangat positif dalam memajukan perekonomian dan menyejahterakan rakyat Indonesia.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved