Tiada Soliditas, Konfllik Golkar Bisa Stadium 5
Selasa, 09 Desember 2014 - 12:49 WIB
Tiada Soliditas, Konfllik Golkar Bisa Stadium 5
A
A
A
JAKARTA - Konflik internal di kubu Partai Golkar semakin meruncing setelah Agung Laksono mengklaim sebagai ketua umum dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX di Ancol, Jakarta Utara.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, jika ini dibiarkan dan tidak ada soliditas dari kader maka konflik di Partai Golkar bisa semakin parah.
"Solusinya Golkar harus cepat cepat rapatkan barisan untuk kembali menjaga soliditasnya sebelum konflik ini pada tahap stadium 5," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (5/12/2014).
Kata dia, soliditas ini penting dikuatkan partai berlogo pohon beringin untuk bisa menyelesaikan konflik internal di antara mereka. Pasalnya, bukan tidak mungkin ada pihak lain yang berupaya memecah Partai Golkar.
"Misinya jelas menggembosi dan menghancurkan masa depan Partai Golkar," terangnya.
Sebagai partai tua di Indonesia, Pangi berkeyakinan Partai Golkar bisa menyelesaikan persoalan internal tanpa terjadinya perpecahan.
"Menurut saya partai Golkar pasti mampu untuk keluar dari badai topan yang sangat kuat. Manajemen konflik Golkar dipuji banyak partai," pungkasnya.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, jika ini dibiarkan dan tidak ada soliditas dari kader maka konflik di Partai Golkar bisa semakin parah.
"Solusinya Golkar harus cepat cepat rapatkan barisan untuk kembali menjaga soliditasnya sebelum konflik ini pada tahap stadium 5," ujarnya saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (5/12/2014).
Kata dia, soliditas ini penting dikuatkan partai berlogo pohon beringin untuk bisa menyelesaikan konflik internal di antara mereka. Pasalnya, bukan tidak mungkin ada pihak lain yang berupaya memecah Partai Golkar.
"Misinya jelas menggembosi dan menghancurkan masa depan Partai Golkar," terangnya.
Sebagai partai tua di Indonesia, Pangi berkeyakinan Partai Golkar bisa menyelesaikan persoalan internal tanpa terjadinya perpecahan.
"Menurut saya partai Golkar pasti mampu untuk keluar dari badai topan yang sangat kuat. Manajemen konflik Golkar dipuji banyak partai," pungkasnya.
(hyk)