Karyawan di Negeri Sendiri

Selasa, 09 Desember 2014 - 10:59 WIB
Karyawan di Negeri Sendiri
Karyawan di Negeri Sendiri
A A A
Pada 2015 merupakan tahun yang dihebohkan oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Namun, siapkah Indonesia bersaing dalam perdagangan bebas, terbuka, dan sedikit pembatasan impor dan ekspor ini? Indonesia negeri agraris dengan mutu pendidikan yang rendah.

Cukup untuk memproduksi sejumlah karyawan perusahaan terbatas tiap tahunnya. Ini membuktikan masyarakat Indonesia kurang produktif. Pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah hanya menjadi fasilitas pertumbuhan. Tanpa ada keseriusan pemerintah, Indonesia menjadi negeri gagal dalam segala sektor atau bidang. Pendidikan adalah proses perubahan tatanan sikap atau perilaku ke arah kedewasaan, baik formal atau informal, dan telah menelan biaya yang cukup tinggi pada setiap tahunnya.

Perlu ada perhatian serius pemerintah agar pendidikan di Indonesia membaik. Mutu pendidikan dapat dikategorikan baik apabila memiliki pendidik yang baik. Sayangnya, di Indonesia tak banyak pendidik yang profesional. Generasi yang produktif akan tergusur jika pendidikan dalam negeri masih terkesan dangkal.

Terbukti dengan berdirinya sejumlah perusahaan asing dari titip saham atau bahkan menguasai perekonomian. Lagi-lagi kita yang jadi buruh mereka. Entah masyarakat negeri ini memang keterbelakangan moral atau memang kurang introspeksi dan sadar diri. Bagi para pemuda, pengembangan dirinya masih nihil atau minim. Ini cikal bakal dari budaya malas.

Dengan melakukan pendekatan psikologi dan bimbingan remaja, khususnya melalui orang tua, mungkin saja mengalami timbal balik yang positif. Permasalahan lain, seberapa besar negeri ini memiliki daya cipta produktif terhadap sumber daya manusia (SDM). Misalnya penciptaan lapangan pekerjaan sebagai upaya pengentasan pengangguran.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) salah satu upaya untuk pengentasan pengangguran, bahkan seharusnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Jika mampu memperoleh kesuksesan, ini akan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Karena itu, kesadaran dalam diri masyarakat Indonesia perlu digugah untuk menatap tantangan kehidupan dan perkembangan era dalam sektor apa pun. Perhatian pemerintah terhadap sejumlah inovasi yang muncul dari generasi muda, baik melalui pinjaman modal atau kepercayaan, juga diperlukan.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved