Penerapan ERP di Bogor Harus Dikaji Matang

Senin, 08 Desember 2014 - 12:19 WIB
Penerapan ERP di Bogor...
Penerapan ERP di Bogor Harus Dikaji Matang
A A A
BOGOR - Rencana pemberlakuan sistem jalan berbayar di koridor tertentu atau electronic road pricing (ERP) di Kota Bogor harus dikaji secara matang.

Kebijakan ERP saat ini sudah diujicobakan di DKI Jakarta. ”ERP di Kota Bogor memang patut dikaji secara mendalam, layak atau tidak karena karakteristik keperluan pengendara DKI Jakarta dengan di sini berbeda,” ujar Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan kemarin. Menurut dia, jangan sampai kebijakan yang semula untuk mengatasi atau mengurai kemacetan di pusat kota malah menjadi permasalahan baru dan menambah kesemrawutan lalu lintas di Kota Bogor.

”Pengkajian tidak hanya soal infrastruktur, tapi karakter pengendara ataumasyarakatnya, sistem transaksi, hingga petugasnya juga harus siap,” katanya. Sebelumnya, Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan bahwa kebijakan ERP di Jakarta akan diadopsi di Kota Bogor.

Di bagian lain, sejak digelar Operasi Zebra mulai 26 November- 6 Desember lalu, pemohon pembuatan SIM di Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan. Pemohon melonjak hingga 30% dari biasanya yang mencapai 500 orang baik yang mengurus SIM C maupun SIM A. Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota Kompol Heri Ompusungo mengatakan, setiap hari ada sekitar 200 pengendara terkena tilang dalam Operasi Zebra.

Sementara itu, tarif parkir liar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat dinilai sudah keterlaluan. Pasalnya, sejumlah oknum juru parkir sengaja menaikkan tarif di luar ketentuan. Rini, 29, pengunjung asal Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini mengaku untuk sekali parkir motornya harus membayar Rp10.000. Padahal, bila dibandingkan tarif parkir meter di Jalan Agus Salim (Sabang), besaran tarif itu sangat jauh berbeda.

”Parkir meter hanya Rp2.000 per jamnya, itu sudah sama tiket,” ujarnya kemarin. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar berjanji mengerahkan petugas untuk melakukan penjagaan. ”Kami imbau masyarakat dan pengunjung Monas selalu parkir di kawasan IRTI,” katanya.

Haryudi/Abdullah m surjaya/Yan yusuf
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved