Jam Kerja PNS Dikurangi, Aktivis Perempuan Bikin Petisi

Minggu, 07 Desember 2014 - 10:51 WIB
Jam Kerja PNS Dikurangi,...
Jam Kerja PNS Dikurangi, Aktivis Perempuan Bikin Petisi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar jam kerja PNS perempuan dikurangi dua jam agar bisa pulang lebih cepat dan banyak waktu untuk mengurus keluarga.

Namun usulan JK tersebut dikritik sejumlah kalangan, termasuk oleh aktivis perempuan Yuda Irlang.

Ide itu dinilai kembali menunjukkan perspektif tidaksetaraan gender karena masalah domestik atau urusan rumah tangga seperti mengurus anak sebenarnya bukan hanya urusan istri.

“Seperti halnya sikap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kami juga tolak ide tersebut. Kami para aktivis perempuan bahkan sudah menyiapkan petisi menolak itu,” ujar Yuda kepada Sindonews, Minggu (7/12/2014).

Menurut dia, pemahaman bahwa mengurus anak hanya pekerjaan perempuan tidak tepat. Karena sangat banyak perempuan yang justru bisa berperan seperti laki-laki sebagai kepala keluarga.

"Bahkan seperempat keluarga di dunia ini dipimpin perempuan, meski di Indonesia tidak ada data itu. Saya sendiri sudah 21 tahun berperan sebagai kepala keluarga,” ujarnya.

Menurut dia, ide Wapres JK tersebut bisa jadi hanya spontanitas sebagai bentuk rasa iba dan simpatinya terhadap pekerja perempuan, apalagi JK memang terkenal dengan celetukan yang spontan.

“Tapi ide itu tidak dengan pertimbangan kearifan. Mengurangi jam kerja bukan cara mengangkat harkat dan martabat perempuan," ujarnya.

Bahkan usulan itu itu bisa berakibat dahsyat, misalnya akan menurunkan produktivitas perusahaan tempat perempuan bekerja, jika itu juga berlaku untuk pekerja swasta. Apalagi faktanya di perusahaan, seperti pabrik garmen, lebih banyak mempekerjakan perempuan.

"Selain itu, masalah lain pekerja laki-laki juga bisa merasa didiskriminasi,” ujarnya.

Menurutnya, jika ingin memiliki keberpihakan kepada perempuan yang bekerja, yang justru lebih diperlukan adalah membuat kebijakan khusus.

“Misalnya kantor harus menyediakan play group di agar perempuan bisa membawa anaknya karena bisa jadi di rumah tidak ada yang menjaga,” pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Apel Pertama Pasca Libur...
Apel Pertama Pasca Libur Natal, Banyak PNS Setda Majalengka Masih Absen
Terekam Kamera, Oknum...
Terekam Kamera, Oknum PNS Ganti Plat Merah Mobil Dinas ke Plat Hitam
Ini Lima Penghasilan...
Ini Lima Penghasilan yang Diterima PNS Selain Gaji Pokok
Mengenal Gaji Tunggal...
Mengenal Gaji Tunggal PNS, Kebijakan Upah yang Segera Digodok Pemerintah
Kenali Pangkat dan Golongan...
Kenali Pangkat dan Golongan PNS Beserta Tunjangannya
Beneran Nih Tunjangan...
Beneran Nih Tunjangan Pensiunan PNS Capai Rp1 Miliar?
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved