Ombudsman Dukung Kurikulum 2013 Dihentikan

Minggu, 07 Desember 2014 - 10:27 WIB
Ombudsman Dukung Kurikulum...
Ombudsman Dukung Kurikulum 2013 Dihentikan
A A A
JAKARTA - Lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia, mendukung penuh langkah Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah (Menbuddikdasmen) Anies Baswedan atas keputusannya menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013.

”Ini keputusan perdana yang strategis dari Menteri Anies dalam upayanya membenahi dunia pendidikan di Indonesia yang penuh silang sengkarut ini,” kata anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan Budi Santoso melalui siaran persnya kemarin. Menurut Budi, sejak awal perencanaan dan pelaksanaan, Kurikulum 2013 memang sudah diwarnai kontroversi karena prosesnya yang tidak transparan, tergesa-gesa, dan terkesan dipaksakan.

Tidak ada persiapan danujicobayangmemadaiuntuk sebuah perubahan kurikulum. Bahkan, aneka laporan masyarakat terkait hal itu juga diterima Ombudsman RI, misalnya distribusi buku pelajaran Kurikulum 2013 yang bermasalah, penjualan buku paket di pasaran, minimnya pelatihan bagi guru terkait penerapan Kurikulum 2013, dan kerumitan sistem penilaian yang tidak saja membingungkan siswa, tapi juga bagi para guru itu sendiri.

Lebih lanjut, salah satu pimpinan Ombudsman RI ini berencana memberikan masukan kepada kementerian berdasarkan laporan atau pengaduan masyarakat selama ini. Masukan meliputi persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB), pelaksanaan ujian nasional (UN), transparansi dan penggunaan dana BOS, kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, dan problematika seputar pelaksanaan sertifikasi guru.

Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati juga menyambut baik kebijakan Menbuddikdasmen membatalkan penerapan Kurikulum 2013. ”Kami menyambut positif kebijakan itu sembari melakukan perbaikan serta pengembangan Kurikulum 2013 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/ kota,” kata Reni kemarin.

Sejak awal, dia mengaku sudah mengkritisi pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dinilainya bermasalah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Dari sisi teknis penerapannya bermasalah, karena beberapa hal di antaranya distribusi buku yang tidak merata, guru belum dilatih, sistem pembelajaran yang belum berubah, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. ”Temuan-temuan itu kami jumpai saat melakukan kunjungan lapangan di berbagai daerah,” ujar anggota Fraksi PPP ini.

Helmi syarif/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Infografis
Arab Saudi Tegas Dukung...
Arab Saudi Tegas Dukung Pendirian Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved