PAN Yakin KMP Akan Duduk Bersama Soal Perppu
Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:56 WIB
PAN Yakin KMP Akan Duduk Bersama Soal Perppu
A
A
A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendukung Partai Demokrat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Pilkada.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN Teguh Juwarno mengatakan, partainya ingin menjaga komitmen dengan Partai Demokrat. Dimana Perppu Pilkada dikabarkan sebagai perjanjian politik Partai Demokrat dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Demokrat bersedia masuk ke dalam paket pimpinan DPR bersama KMP dan KMP mendukung peraturan tersebut.
"Kami ingin tetap menjaga etika membangun komitmen, dengan Partai Demokrat pada masa itu adalah salah satunya adalah mendukung Perppu," ujar Teguh saat dihubungi wartawan, Jumat (5/12/2014).
"Saya kira komitmen tersebut masih ada, dan juga tertulis, dan kita ingin tetap membangun dan menjaga etika itu," sambungnya.
Teguh menghormati apabila ada parpol dari KMP yang menolak mendukung Perppu, termasuk sikap Partai Golkar. Mereka pun akan membicarakan secara bersama-sama.
"Tapi saya kira kita tentu akan duduk bersama dalam menyikapi itu. Karena bagaimanapun dalam politik ini kan dinamis, jadi kita harus bicara secara objektif, kita juga harus mendengar aspirasi dari masyarakat," terangnya.
Ia pun menekankan, dukungan terhadap Perppu Pilkada bukan soal menang atau kalah. "Tapi kita ingin betul-betul untuk kepentingan bangsa ke depan," pungkasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN Teguh Juwarno mengatakan, partainya ingin menjaga komitmen dengan Partai Demokrat. Dimana Perppu Pilkada dikabarkan sebagai perjanjian politik Partai Demokrat dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Demokrat bersedia masuk ke dalam paket pimpinan DPR bersama KMP dan KMP mendukung peraturan tersebut.
"Kami ingin tetap menjaga etika membangun komitmen, dengan Partai Demokrat pada masa itu adalah salah satunya adalah mendukung Perppu," ujar Teguh saat dihubungi wartawan, Jumat (5/12/2014).
"Saya kira komitmen tersebut masih ada, dan juga tertulis, dan kita ingin tetap membangun dan menjaga etika itu," sambungnya.
Teguh menghormati apabila ada parpol dari KMP yang menolak mendukung Perppu, termasuk sikap Partai Golkar. Mereka pun akan membicarakan secara bersama-sama.
"Tapi saya kira kita tentu akan duduk bersama dalam menyikapi itu. Karena bagaimanapun dalam politik ini kan dinamis, jadi kita harus bicara secara objektif, kita juga harus mendengar aspirasi dari masyarakat," terangnya.
Ia pun menekankan, dukungan terhadap Perppu Pilkada bukan soal menang atau kalah. "Tapi kita ingin betul-betul untuk kepentingan bangsa ke depan," pungkasnya.
(kri)