Sejak Berangkat Tak Pernah Beri Kabar

Kamis, 04 Desember 2014 - 10:53 WIB
Sejak Berangkat Tak...
Sejak Berangkat Tak Pernah Beri Kabar
A A A
Keluarga sejumlah anak buah kapal (ABK) kapal penangkap ikan Oryong 501 yang tenggelam di perairan Rusia, Senin (1/12), diliputi rasa bingung dan cemas.

Mereka berharap segera ada kejelasan kabar terkait keberadaan dan nasib para ABK kapal nahas itu. Mata Tinah, 52, tampak berkaca-kaca saat menceritakan pemberangkatan anak tirinya, Purwanto, 29, untuk bekerja di kapal penangkap ikan pada Juli lalu.

Sejak berangkat bersama dua orang teman satu desa, yakni Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Tinah tak pernah berkomunikasi dengan ayah satu anak itu. “Sejak berangkat bulan puasa tidak pernah memberi kabar lagi,” katanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Teri II RT 02/RW 07, Desa Kalisapu, kemarin. Hingga akhirnya, Tinah justru mendapat kabar Purwanto dari sejumlah tetangganya yang melihat berita di televisi ada korban warga negara Indonesia (WNI) dalam karamnya kapal Oryong 501 di perairan Rusia.

“Ada yang memberi tahu, ada nama Purwanto yang menjadi salah satu korban di dalam kapal,” ujar Tinah. Sejak saat itu, Tinah, ayah Purwanto, Susmono, dan istri Purwanto, Khalimah, diliputi kecemasan mengenai nasib Purwanto. Terlebih pihak perusahaan yang memberangkatkan Purwanto juga tak kunjung memberi kabar. “Sampai sekarang belum ada kabar sama sekali,” ujarnya.

Menurut Tinah, keluarga sebenarnya sudah sering meminta Purwanto agar tidak lagi berangkat bekerja di kapal penangkap ikan dengan pertimbangan risiko kecelakaan laut yang dihadapi. Meski demikian, lulusan SMP itu tetap bersikukuh berangkat bekerja di pelayaran setelah sempat bekerja serabutan. “Kami sudah sering meminta dia kerja di darat saja. Namun, dia tetap maunya menjadi TKI. Katanya ingin mencari modal dulu untuk membuka usaha,” kata Tinah.

Kecemasan juga dirasakan keluarga Ratmono, 37, yang juga menjadi salah satu ABK kapal Oryong 501 asal Kabupaten Tegal. Warga RT 01/RW 02 Desa Trayeman, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, itu telah lima bulan bekerja sebagai kru kapal asal Korea Selatan itu. Kakak Ratmono, Harsono, 40, mengaku mendapat kepastian jika kapal tempat adiknya bekerja sebagai ABK tenggelam pada Selasa (2/11). Malam harinya, Harsono baru mengetahui dari berita di televisi.

“Keluarga mendapat kabar dari perusahaannya. Melalui telepon. Mengabarkan kapalnya tenggelam. Kami kaget,” ujar dia saat ditemui kemarin. Selain kabar tersebut, keluarga Ratmono hingga kemarin belum mendapat kabar lebih lanjut terkait nasib bungsu dari lima bersaudara itu. Dia berharap adiknya bisa selamat dalam musibah yang dialaminya. “Dari perusahaannya, kami disuruh standby24 jam, nunggukabar,” ujarnya.

Harsono mengenal adiknya sebagai sosok yang tertutup kepada keluarga setelah menikah. Terlebih, setelah dia mengalami masalah keluarga dengan istrinya yang sudah memberinya dua anak. “Sebelum berangkat ikut kapal Korea bulan puasa, dia cerai sama istrinya. Istrinya sekarang sudah punya suami lagi,” ungkapnya.

Mantan mertua Ratmono, Suwardi, 59, mengungkapkan, kepada anaknya, Ratmono sempat memberi kabar akan pulang ke Indonesia pada Januari 2015. Sebab ayah dua anak itu hanya memiliki kontrak lima bulan bekerja di kapal Oryong 501. “Ikut kapal Korea itu sebenarnya tambal sulam. Dalam arti dia (Ratmono) sudah ikut kapal lain selama 1 tahun. Namun, dia mendapat tawaran kerja singkat di Korea,” ungkap Suwardi, kemarin.

Menurut Suwardi, Ratmono mulai bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kapal asing sejak tiga tahun silam. Terakhir kali dia pamit berangkat berlayar pada Agustus lalu. “Saya ditelepon dari perusahaan Ratmono di Jakarta. Dari perusahaan hanya memastikan jika Ratmono itu warga Tegal. Setelah itu, saya diminta menunggu kabar lagi,” katanya.

Farid Firdaus
Slawi
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved