Pemberian Pembebasan Bersyarat Harus Lebih Selektif

Selasa, 02 Desember 2014 - 11:12 WIB
Pemberian Pembebasan...
Pemberian Pembebasan Bersyarat Harus Lebih Selektif
A A A
JAKARTA - Pembebasan bersyarat bagi tersangka kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto menuai kontroversi dan juga protes dari pegiat HAM.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan, dirinya meminta agar ada pengkajian ulang terhadap kebijakan pemidanaan (criminal sentencing policy).

"UU (Undang-undang) Pemasyarakatan kita, khususnya huruf i dan k yang menjadi dasar pemberian remisi dan pembebasan bersyarat, memang harus diterapkan secara lebih selektif," kata Arsul kepada Sindonews, Selasa (2/12/2014).

Ditambahkannya, penerapan remisi dan pembebasan bersyarat seyogianya tidak hanya atas dasar perilaku baik dari narapidana yang bersangkutan saja. Tapi juga memperhatikan sifat dan jenis kejahatannya.

Menurut politikus dari Fraksi PPP ini, para hakim juga harus didorong untuk menentukan soal pemberian remisi ini dalam vonis terhadap terdakwa yang diadilinya.

Pasalnya, kata dia, selama ini para hakim sudah banyak yang menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik berupa hak dipilih untuk jabatan publik.

"Kini saatnya pidana tambahan juga dikembangkan berupa tidak adanya remisi dan atau pembebasan bersyarat untuk kejahatan tertentu yang berdampak luar biasa terhadap masyarakat atau negara," tuturnya.

Lebih lanjut Arsul menambahkan, remisi dan hal sejenis pembebasan bersyarat juga ada di negara lain, terutama yang bertradisi common law.

"Tapi hakim di sana sering menghapusnya dalam vonis terhadap terdakwa. Sehingga ketika menjadi terpidana, maka yang bersangkutan menjalaninya secara penuh tanpa potong masa tahanan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Aksi Soliditas untuk...
Aksi Soliditas untuk Munir
Aksi 21 Tahun Kasus...
Aksi 21 Tahun Kasus Munir: Aktivis Desak Komnas HAM Tetapkan Pelanggaran Berat HAM
KASUM Harap Meninggalnya...
KASUM Harap Meninggalnya Pollycarpus Tidak Menghentikan Penyelesaian Kasus Munir
Suciwati Ungkap Fatka-fakta...
Suciwati Ungkap Fatka-fakta Kematian Munir ke Komnas HAM
Refleksi Mengenang Kematian...
Refleksi Mengenang Kematian Munir
Aksi Kamisan Mengenang...
Aksi Kamisan Mengenang 18 Tahun Kematian Kasus Munir
Berita Terkini
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved