Bamsoet Minta Menko Polhukam Kerja Sama Amankan Munas Golkar
Senin, 01 Desember 2014 - 08:53 WIB
Bamsoet Minta Menko Polhukam Kerja Sama Amankan Munas Golkar
A
A
A
JAKARTA - Panitia Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhi Purdijatno untuk bekerja sama mengamankan Munas yang diselenggarakan di Ball Room Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, 30 November 2014.
Bamsoet mengungkapkan, Mabes Polri dan Polda Bali menurunkan 451 anggota keamanan gabungan, kemudian didukung anggota Kodam Udayana dan unsur TNI lainnya.
Namun, panitia Munas tetap berharap adanya kerja sama dari Tedjo selaku Menko Polhukam, yang memiliki informasi intelijen tentang potensi ancaman di Munas ke-IX Partai Golkar.
"Saya menggarisbawahi pernyataan Menko Polhukam pada Jumat 28 November 2014 di Istana Bogor. Saat itu, Menko Polhukam mengaku punya informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) tentang potensi ancaman, sehingga dia tidak merekomendasikan Munas Golkar di Bali. Apalagi, Menko Polhukam juga menggunakan ungkapan ‘ada lubang’," ujar Bamsoet kepada Sindonews, Minggu 30 November 2014.
Sebagai panitia Munas, kata Bamsoet, dirinya berharap Tedjo dapat berbagi informasi dengan semua unsur keamanan di Bali jika ada informasi tentang potensi ancaman di Munas Golkar ke-IX.
Namun, jikalau pernyataan tersebut hanya bentuk intervensi, dirinya selaku panitia mengimbau kepada Tedjo untuk tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut.
"Karena itu (pernyataan Tedjo) dapat dikategorikan sebagai teror politik bagi partai politik," tandasnya.
Bamsoet mengungkapkan, Mabes Polri dan Polda Bali menurunkan 451 anggota keamanan gabungan, kemudian didukung anggota Kodam Udayana dan unsur TNI lainnya.
Namun, panitia Munas tetap berharap adanya kerja sama dari Tedjo selaku Menko Polhukam, yang memiliki informasi intelijen tentang potensi ancaman di Munas ke-IX Partai Golkar.
"Saya menggarisbawahi pernyataan Menko Polhukam pada Jumat 28 November 2014 di Istana Bogor. Saat itu, Menko Polhukam mengaku punya informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) tentang potensi ancaman, sehingga dia tidak merekomendasikan Munas Golkar di Bali. Apalagi, Menko Polhukam juga menggunakan ungkapan ‘ada lubang’," ujar Bamsoet kepada Sindonews, Minggu 30 November 2014.
Sebagai panitia Munas, kata Bamsoet, dirinya berharap Tedjo dapat berbagi informasi dengan semua unsur keamanan di Bali jika ada informasi tentang potensi ancaman di Munas Golkar ke-IX.
Namun, jikalau pernyataan tersebut hanya bentuk intervensi, dirinya selaku panitia mengimbau kepada Tedjo untuk tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut.
"Karena itu (pernyataan Tedjo) dapat dikategorikan sebagai teror politik bagi partai politik," tandasnya.
(kri)