Interpelasi BBM Menguat, Jokowi Harus Berani Hadapi DPR

Jum'at, 28 November 2014 - 10:31 WIB
Interpelasi BBM Menguat,...
Interpelasi BBM Menguat, Jokowi Harus Berani Hadapi DPR
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta harus berani menghadapi DPR yang tengah menggalang penggunaan hak interpelasi menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penggalangan hak interpelasi atau hak bertanya oleh anggota DPR menunjukkan ada persolan di balik kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

"Presiden Jokowi yang harus langsung menjawab," kata pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Firdaus Syam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 27 November 2014.

Firdaus menilai alasan pemerintah dalam menaikkan harga BBM dinilai terlalu sederhana, yakni untuk kepentingan pembiayaan infrastruktur, kartu, dan lainnya.

"Itu semua ada aturannya. Kalau cabut subsidi, pemerintah jangan sampai ambil keuntungan. Ini perlu dikoordinasikan dengan DPR," kata Firdaus.

Dia menilai penggalangan dukungan interpelasi sebagai sesuatu yang baik dan harus cepat direalisasikan. Kemudian, Presiden Jokowi datang ke Gedung DPR menjelaskan semua tentang tujuan kenaikan harga BBM.

"Jangan menteri yang menjelaskan. Tapi harus Jokowi langsung," katanya.

Adakah penggunaan hak interpelasi berdampak buruk bagi Jokowi? Firdaus menilai hal tersebut berganutng kepada cara pemerintah melaksanakan kebijakan tersebut.

"Ini bisa seperti snowball dan dimanfaatkan oleh banyak pihak. Bukan cuma lawan, teman politik (Jokowi) juga bisa mengambil kesempatan ini," tutupnya.

Inisiator hak interpelasi dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Mukhamad Misbakhun mengaku belum mengecek daftar tanda tangan dukungan terakhir karena, masih beredar. Namun dia yakin pasti dukungan terus bertambah.

"Golkar bertambah (anggota DPR yang mendukung interpelasi), dan fraksi lainnya. Saya belum cek tapi saya yakin bertambah," ujarnya di Gedung DPR, Kamis 27 November 2014.

Misbakhun mengatakan, pihaknya akan mengusahakan minimal 300 dukungan sebelum diserahkan ke pimpinan DPR.

"Kita usahakan di atas 300 (dukungan). Itu sebagai upaya proses ke paripurna dan para inisiator harus kirim ini ke pimpinan, dibahas di Bamus lantas menentukan paripurna," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved