Gaya Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Mengarah Orde Baru

Kamis, 27 November 2014 - 11:25 WIB
Gaya Pemerintah Jokowi-JK...
Gaya Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Mengarah Orde Baru
A A A
JAKARTA - Beberapa kebijakan Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai mengherankan.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menyebut cara pengelolaan negara oleh Pemerintah Jokowi-JK mirip dengan rezim Orde Baru Soeharto, yang identik dengan cara-cara memaksa dan syarat intervensi politik.

"Pemerintah Presiden Jokowi terkesan dan sudah mulai sinyal mengarah dan mengelola negara seperti era Orde Baru," ujar Pangi saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Menurut Pangi, beberapa kebijakan yang mengarah seperti praktik rezim Orde Baru, kata Pangi, di antaranya dugaan adanya intervensi pemerintah dalam kisruh yang terjadi di partai PPP.

Dengan kekuasaannya, kata dia, Menteri Hukum dan HAM Jokowi secara sepihak membuat keputusan menerima kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya.

Padahal, sambung dia, muktamar itu dianggap ilegal lantaran kisruh PPP tengah ditangani Mahkamah Partai.

"Kalau kita komparasi di era Soeharto terlihat campur tangan pemerintah terhadap partai Islam sehingga Soeharto melakukan fusi lewat PPP supaya mudah mengontrol dan mengendalikan kekuatan umat Islam dalam satu partai," ungkapnya.

Pangi juga menyoroti kebijakan pemerintah yang melarang menteri dan anggota kabinet menghadiri undangan rapat dengan DPR.

Padahal pasca reformasi, kata dia, DPR diberikan kewenangan penuh untuk mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Terakhir, kata dia, larangan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan terkait rencana Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali pada 30 November 2014.

Pangi menilai hal tersebut telah menciderai proses demokrasi. Sebab partai politik (parpol) merupakan anggota masyarakat yang berhak untuk berkumpul dan berserikat.

"Sekarang pemerintah kembali terkesan melakukan intervensi dan campur tangan terhadap problem internal Golkar," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved