BBM dan Kesejahteraan

Kamis, 27 November 2014 - 10:53 WIB
BBM dan Kesejahteraan
BBM dan Kesejahteraan
A A A
MUHAMMAD DARRY ABIYYU
Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik,
Divisi Keilmuan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik,
Universitas Airlangga Surabaya

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan langkah yang baik jika asumsi pemerintah mengalihkan subsidi tersebut dapat segera terwujud dalam kebijakan nyata. Masyarakat harus segera merasakan implementasi pengalihan subsidi BBM.

Pemerintah mengklaim kenaikan sebesar Rp2.000 dapat menghemat pengeluaran Rp100 triliun. Kenaikan anggaran belanja ini harus maksimal guna peningkatan kesejahteraan rakyat. Saya akan memberikan paparan terkait solusi yang harus dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini terkait pengalihan subsidi.

Pertama, mengalokasikan anggaran pengalihan subsidi untuk pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dirasa perlu untuk meningkatkan perekonomian karena transportasi merupakan urat nadi yang sangat penting dalam menunjang distribusi barang maupun jasa.

Di sisi lain, meningkatkan angkutan umum agar mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Selain itu, pemerataan infrastruktur di Indonesia juga tidak menciptakan kesenjangan dan kecemburuan sosial.

Kedua, memberikan program peningkatan ekonomi kerakyatan yang sesuai visi dan misi Jokowi ketika kampanye misalnya memberikan kredit murah dan subsidi terhadap sejumlah barang kebutuhan produksi untuk usaha kecil menengah (UKM). Sudah sejak krisis tahun 1997/ 1998 kita menyadari bahwa UKM dan UMKM memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap krisis.

Selain itu sektor bisnis ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Ketiga, pengalihan subsidi dialokasikan pada beberapa sektor yang riil terutama sektor pendidikan dan ketahanan pangan. Sektor ini sangat vital karena selama ini apabila kita melihat pemberitaan di media massa cukup memprihatinkan. Banyak sekolah yang tak layak pakai.

Pendidikan merupakan sektor yang sangat penting guna menunjang kehidupan bangsa. Sementara sektor pangan sangat vital karena ke depan pangan akan menjadi produk yang langka dan mahal karena produksi pangan dunia lamban naik namun jumlah penduduk meroket.

Namun, tiga kebijakan terkait pengalihan subsidi tersebut harus segera direalisasikan dalam waktu dekat. Ini akan menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jika kesejahteraan rakyat meningkat, bukan tidak mungkin peningkatan serta kemajuan perekonomian Indonesia dapat di-capai.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved