Polisi Pertanyakan Pengawasan Bea Cukai

Rabu, 26 November 2014 - 11:19 WIB
Polisi Pertanyakan Pengawasan...
Polisi Pertanyakan Pengawasan Bea Cukai
A A A
JAKARTA - Sebanyak 12,8 kg sabu-sabu asal China disita petugas Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Sabtu (22/11). Sabusabu tersebut dikemas dalam elemen perangkat bohlam lampu dan closedcircuittelevision(CCTV).

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, 12,8 kg sabu itu dikirim melalui jasa perusahaan ekspedisi. Namun, dia belum dapat memastikan apakah sabu 12,8 kg dan 1,5 kuintal tersebut milik satu jaringan narkoba.

Fadil menjelaskan, berdasarkan penelusuran diketahui pengiriman sabu 12,8 kg tersebut diotakiGO, warga Afrika yang merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. ”Perlu ditanyakan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai.

Kenapa bisa lolos, padahal peti-peti bohlam ini tidak beredar di Indonesia,” katanya kemarin. Pengungkapan 12,8 kg sabu tersebut didapat dari pengembangan diJakarta dan Bali. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap SP pada Septem berlalu di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Barang haram tersebut didapat dari BR di Bali. Petugas Narkoba Polres Jakarta Barat pun terbang ke Bali dan berhasil menangkap BR, IN, BD, serta RZ, Jumat (21/ 11). ”Dari mereka kami dapati informasi bahwa barang-barang haram tersebut didapat dari SB (DPO) yang berada di Jakarta,” ungkapnya.

Pengejaran SB pun dilakukan ke Jakarta. Pada Sabtu (22/11) polisi berhasil hanya mendapatkan HD dan RU di Parung Serap, Pondok Kacang, Tangerang, SB melarikan diri. Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengakui pengawasan di pelabuhan peti kemas dan pelabuhan konvensional lainnya di Indonesia sangat lemah.

Padahal, sejak 10 tahun lalu Granat sudah menyarankan pengetatan pengawasan di sejumlah pelabuhan, salah satu yang paling mudah dengan menempatkan anjing pelacak. Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono hingga berita ini diturunkan belum dapat memberikan komentar terkait teknis pengawasan yang dilakukan di pelabuhan peti kemas dan sebagainya. Ditelepon ponselnya tidak diangkat, demikian juga pesan singkat tidak dibalas.

Bima setiyadi
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved