Ini Penjelasan PDIP Soal Kenaikan Harga BBM

Rabu, 19 November 2014 - 16:40 WIB
Ini Penjelasan PDIP...
Ini Penjelasan PDIP Soal Kenaikan Harga BBM
A A A
JAKARTA - PDIP angkat bicara terkait kritik pedas yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakannya menaikkan harga BBM bersubsidi. Meski terasa sebagai pil pahit namun harus ditelan oleh pemerintahan Jokowi.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kenaikan BBM merupakan kebijakan tidak populis yang harus diambil untuk meletakkan dasar-dasar perekonomian Indonesia yang lebih baik. Dengan menggerakkan sektor produktif kerakyatan melalui relokasi subsidi BBM.

“Sikap PDIP sebagai partai yang berada di dalam pemerintahan, memahami pilihan sulit atas kebijakan tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11/2014).

"PDIP melihat adanya arah keberpihakan pengalihan subsidi BBM dengan menempatkan rakyat kecil sebagai prioritas utama dengan instrumen Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sejahtera,” sambung Hasto.

Menurut Hasto, fokus perhatian pada sektor produktif kerakyatan ini harus secepatnya dijalankan oleh pemerintah. Sehingga rakyat segera bisa merasakan realisasi program pembangunan saluran irigasi pertanian, pengaspalan jalan desa, pembenahan rumah-rumah rakyat yang tidak layak huni, dan bantuan langsung ke petani, nelayan, dan kekuatan produksi rakyat lainnya seperti permodalan untuk UMKM.

Apa yang dilakukan oleh Jokowi, lanjut Hasto, merupakan tanggung jawab sebagai pemimpin yang bertindak cepat untuk menyehatkan perekonomian nasional seperti defisit ganda, beban subsidi yang sangat besar.

Termasuk utang pemerintah atas subsidi tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp46 T, dan kegagalan reformasi perpajakan sehingga selama 10 tahun terakhir rasio perpajakan praktis tidak mengalami kenaikan yang berarti.

“PDIP meyakini bahwa pemerintahan Jokowi-JK akan lebih agresif di dalam memerangi mafia minyak, dan sekaligus memastikan peningkatan efisiensi hulu-hilir di sektor migas, termasuk di dalam melakukan audit sektor tersebut oleh BPKP,” ujarnya.

Atas dasar hal itu, tambah Hasto, guna mewujudkan sistem ekonomi nasional yang lebih berkeadilan, PDIP menyarankan pemerintah untuk menggunakan seluruh alat negara seperti Direktorat Jenderal Pajak, Kejaksaan Agung, Polri, BPKP dan lainnya guna menindak berbagai bentuk kejahatan ekonomi yang selama ini hanya menguntungkan elite tertentu saja.

“Percayalah bahwa karakter kepemimpinan Jokowi yang merakyat akan secepatnya mengatasi berbagai persoalan sebagai dampak kenaikan BBM tersebut,” ungkapnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved