Dokter Spesialis RSU Banten Ancam Mundur

Selasa, 18 November 2014 - 13:28 WIB
Dokter Spesialis RSU...
Dokter Spesialis RSU Banten Ancam Mundur
A A A
SERANG - Sejumlah dokter spesialis di Rumah Sakit Umum (RSU) Banten mengancam akan mengundurkan diri. Hal itu karena Pemprov Banten dianggap tidak serius sehingga klasifikasi RSU Banten memiliki kategori non-class atau setara dengan puskesmas.

RSU Banten saat ini memiliki 42 dokter spesialis. Dari 42 dokter itu, sebanyak 4 orang sudah pindah ke rumah sakit, yaitu dokter anestesi, dokter anak, dan dokter kandungan. “Dokter lainnya dipastikan akan menyusul karena tidak adanya perubahan di RSU Banten,” kata seorang dokter di RSU Banten yang enggan disebutkan namanya kemarin.

Menurutnya, klasifikasi RSU Banten yang non-class ini memiliki efek serius, di antaranya jasa penanganan pasien asuransi yang tidak bisa diklaim. “Seperti penanganan operasioperasi yang mestinya ditangani rumah sakit tipe B dengan terpaksa ditangani RSU Banten karena butuh pertolongan. Karena RSU Banten klasifikasi non-class, akhirnya tidak bisa dibayarkan oleh asuransi,” ujarnya.

Banyaknya dokter mau mengabdikan diri di RSU Banten karena semangat awalnya menjadi rumah sakit pendidikan. Banyak dokter yang pindah dari berbagai daerah di Indonesia dan masuk ke RSU Banten. “Tapi kenyataannya malah non-class atau statusnya sama dengan puskesmas. Yang membedakan cuma bangunannya lebih besar,” keluhnya.

Hal yang paling penting untuk memperoleh klasifikasi rumah sakit adalah sistem manajerial. Misalnya, jabatan direktur harus diisi dokter yang berpengalaman memimpin rumah sakit. Selanjutnya wakil direktur bidang pelayanan juga harus diisi dokter. “Ini yang paling mendasar,” tuturnya.

Di bagian lain, anggota Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengaku sangat prihatin atas kondisi RSU Banten. Dia menilai klasifikasi RSU Banten saat ini tidak sesuai dengan semangat pendiriannya, yakni sebagai rumah sakit rujukan kota/kabupaten di Banten. Dia berjanji bersama dengan anggota Komisi V lainnya segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Secepat mungkin kami akan memanggil pihak terkait dan sekda untuk masalah ini. Kami anggap masalah yang sangat serius, harus segera selesai,” tandasnya. Plt Sekda Banten Widodo Hadi menjelaskan, pihaknya segera melakukan reformasi birokrasi di RSU Banten. Dia juga mengaku sudah banyak mendengar keluhan baik dari dokter ahli maupun pegawai nonmedis. “Kami sudah menemukan masalahnya. Semoga masalahnya segera bisa diatasi dan ditangani,” tuturnya.

Teguh mahardika
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved