Soal Kolom Agama di KTP, Muhammadiyah Ingatkan Mendagri

Sabtu, 15 November 2014 - 19:55 WIB
Soal Kolom Agama di...
Soal Kolom Agama di KTP, Muhammadiyah Ingatkan Mendagri
A A A
YOGYAKARTA - Wacana pengosongan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) menuai kritik dari banyak pihak, termasuk dari Muhammadiyah.

Rencana pengosongan kolom agama di KTP itu dinilai bertentangan dengan ideologi bangsa yakni Pancasila, terutama sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Muhammadiyah tak sepakat dengan wacana tersebut karena bisa menghilangkan identitas seseorang.

"Ideologi Pancasila kita sudah jelas, sebagai warga negara harus memiliki agama, salah satunya dengan mencantumkan kolom agama dalam KTP, jadi tidak boleh tidak beragama," kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sukrianto seusai jumpa pers rencana Milad (Ulang Tahun) ke-105 Organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (15/11/2014).

Pencantuman agama dalam KTP, kata dia, menunjukkan identitas seseorang. Jika tidak dicantumkan, justru bisa menimbulkan kekacauan dalam hidup bermasyarakat. Sebagai contoh jika seseorang itu meninggal.

"Dalam menjalankan hak asasi manusia, kolom agama itu justru penting, untuk itu harus ditonjolkan agama seseorang itu. Misal Islam kalau menikah ya di KUA, bukan di gereja. Kolom agama sebagai identitas seseorang ini penting."

Terkait wacana pengosongan kolom agama, kata dia, Muhammadiyah akan menegur Mendagri. "Kita tidak marah-marah, kita ingin mengingatkan menteri dalam negeri. Wacana pengosongan kolom agama itu jangan direalisasikan," katanya.

Alasannya, kata dia, sudah sangat jelas, yakni identitas keagamaan seseorang itu harus ditampilkan, supaya tidak salah kaprah dalam kehidupan. "Misal itu nanti direalisasikan, masyarakat jangan tidak mengisi kolom agama, harus diisi agama, karena itu identitas seseorang."

Yang perlu diwaspadai, kata dia, pengosongan kolom agama itu ditengarai akan menyuburkan paham-paham ateis di negeri ini. Jika itu terjadi, Muhammadiyah tidak akan tinggal diam. "Sudah punya ideologi Pancasila, tak perlu meniru gaya-gaya orang yang tak mengenal Tuhan."
(zik)
Berita Terkait
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Polemik Jasa Nikah Siri...
Polemik Jasa Nikah Siri di TikTok, Selly Gantina DPR: Merendahkan Agama
Polemik Frasa Agama...
Polemik Frasa Agama Diganti Budaya di Peta Jalan Pendidikan, Ini Kata Mendikbud
Polemik Toa Masjid,...
Polemik Toa Masjid, Begini Pernyataan Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh
Polemik Gugatan Ahli...
Polemik Gugatan Ahli Waris Teddy Pardiyana, Sule Singgung Hukum Agama
Begini Cara Membatasi...
Begini Cara Membatasi Komentar di Akun Instagram Pribadi
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved