Golkar Dinilai Kehilangan Banyak Pemain Bintang
Sabtu, 15 November 2014 - 12:47 WIB
Golkar Dinilai Kehilangan Banyak Pemain Bintang
A
A
A
JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarwono Kusumaatmadja menilai banyak 'pemain bintang' Partai Golkar akhirnya berlabuh ke partai lain.
Pasalnya, kata Sarwono, Golkar sekarang lebih mengedepankan faktor logistik sebagai strategi politik, ketimbang sisi ideologis dan moralitas.
"Waktu itu para pemain bintang pindah-pindah. Gerindra, Hanura, Nasdem, dan PKB ada kader-kader Golkar," kata Sarwono saat diskusi bertajuk 'Berebut Golkar' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2014).
Dia melanjutkan, meski dalam politik dibutuhkan kekuatan logistik, tetapi tak meninggalkan peran utamanya membangun karakteristik kader. Ia berpandangan, jika Golkar terus-menerus mengadopsi kekuatan uang sebagai cara berpolitik, akan banyak kader yang berpikir untuk pindah.
Sarwono menambahkan, Golkar masa reformasi telah kehilangan moralitas politiknya. Pengurus partai cenderung berpikir pragmatis dalam mencapai kekuasaan berpolitik.
"Saya rasa ini soal siapa yang punya budget gede. Kalau masih ngandelin logistik, ya tinggal tunggu hancur," pungkasnya.
Pasalnya, kata Sarwono, Golkar sekarang lebih mengedepankan faktor logistik sebagai strategi politik, ketimbang sisi ideologis dan moralitas.
"Waktu itu para pemain bintang pindah-pindah. Gerindra, Hanura, Nasdem, dan PKB ada kader-kader Golkar," kata Sarwono saat diskusi bertajuk 'Berebut Golkar' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2014).
Dia melanjutkan, meski dalam politik dibutuhkan kekuatan logistik, tetapi tak meninggalkan peran utamanya membangun karakteristik kader. Ia berpandangan, jika Golkar terus-menerus mengadopsi kekuatan uang sebagai cara berpolitik, akan banyak kader yang berpikir untuk pindah.
Sarwono menambahkan, Golkar masa reformasi telah kehilangan moralitas politiknya. Pengurus partai cenderung berpikir pragmatis dalam mencapai kekuasaan berpolitik.
"Saya rasa ini soal siapa yang punya budget gede. Kalau masih ngandelin logistik, ya tinggal tunggu hancur," pungkasnya.
(kri)