Hadapi MEA, Pemerintah Prioritaskan Delapan Profesi

Selasa, 11 November 2014 - 12:45 WIB
Hadapi MEA, Pemerintah...
Hadapi MEA, Pemerintah Prioritaskan Delapan Profesi
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mempersiapkan delapan profesi prioritas untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika delapan profesi ini tidak diperkuat, Indonesia diperkirakan gagal dalam persaingan di era pasar bebas ASEAN.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muh Hanif Dhakiri mengatakan, delapan profesi ini meliputi bidang akuntansi, teknik, surveyor, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi, dan pariwisata. Menurut dia, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian kepada delapan profesi ini karena masuk dalam mutu alrecognitionarrangements (MRA) yang telah ditandatangani negara-negara ASEAN.

“Sebagai tindak lanjut dari MRA ini kami akan perkuat kerja sama dengan negara ASEAN dalam penetapan dan perluasan implementasinya. Salah satunya dengan membangun pusat pelatihan kejuruan,” katanya usai membuka Pertemuan Negara-Negara ASEAN untuk Pengakuan Keterampilan Lintas Batas kemarin di Jakarta.

Hanif menjelaskan, pemerintah juga akan mempersiapkan pelatihan dasar untuk kompetensi dan sistem sertifikasi, akselerasi standar kompetensi nasional, penetapan kerangka kualifikasi nasional dan perkuatan sistem kerja sama dengan lembaga terkait. Hanif mengakui, kesepakatan internasional ini merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia terlebih dengan waktu yang mepet sekali.

Namun menteri optimistis dengan sisa waktu yang tersedia akan dimanfaatkan dengan optimal agar percepatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi tenaga kerja Indonesia bisa terkejar. Sementara itu, Kepala Misi OIM Indonesia Denis Nihill mengatakan ASEAN merupakan kawasan yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi global utama.

Potensi itu harus segera disambut dengan persiapan yang matang terkait kompetensi tenaga kerja, meski banyak menghadapi tantangan migrasi. “ASEAN menjadi rumah bagi angkatan kerja yang berkembang, terampil, dan bersemangat untuk berhasil dalam dunia yang semakin global,” ungkap Denis. Pemerintah Indonesia mendukung pertemuan yang bertujuan untuk pengembangan pedoman ASEAN pada kualifikasi dan penghargaan kemampuan sumber daya manusia.

Neneng zubaidah
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved