Hadap Dilema BBM, Pemerintah Jokowi Dinilai Galau
Jum'at, 07 November 2014 - 09:22 WIB
Hadap Dilema BBM, Pemerintah Jokowi Dinilai Galau
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai pasti akan mengalami dilema dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai, Jokowi akan ditentang masyarkat jika menaikkan harga BBM.
"Begitu dia naikkan BBM, saat itu juga jadi musuh rakyat. Bukan hanya kehilangan simpati dukungan, Jokowi terancam dihujat wong cilik. Salam tiga jari nya benar-benar gigit jari bagi rakyat," tutur Ramadhan ketika dihubungi Sindonews, Jumat (7/11/2014).
Akan tetapi, jika harga BBM bersubsidi tidak naik maka Jokowi harus mencari strategi untuk tetap bertahan dari pembatalan kebijakan tersebut. "Tapi jika Jokowi tak naikkan BBM, Ia harus pacu strategi, bagaimana caranya survive tanpa naikkan BBM," kata dia.
Mantan Wakil Ketua Komisi I ini pun mengingatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dahulu menolak kenaikan BBM bersubsidi karena memiliki buku putih yang menjadi strategi agar BBM bersubsidi tidak naik. "Sekarang, rakyat tagih buku putih itu," kata Ramadhan.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai, Jokowi akan ditentang masyarkat jika menaikkan harga BBM.
"Begitu dia naikkan BBM, saat itu juga jadi musuh rakyat. Bukan hanya kehilangan simpati dukungan, Jokowi terancam dihujat wong cilik. Salam tiga jari nya benar-benar gigit jari bagi rakyat," tutur Ramadhan ketika dihubungi Sindonews, Jumat (7/11/2014).
Akan tetapi, jika harga BBM bersubsidi tidak naik maka Jokowi harus mencari strategi untuk tetap bertahan dari pembatalan kebijakan tersebut. "Tapi jika Jokowi tak naikkan BBM, Ia harus pacu strategi, bagaimana caranya survive tanpa naikkan BBM," kata dia.
Mantan Wakil Ketua Komisi I ini pun mengingatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dahulu menolak kenaikan BBM bersubsidi karena memiliki buku putih yang menjadi strategi agar BBM bersubsidi tidak naik. "Sekarang, rakyat tagih buku putih itu," kata Ramadhan.
(dam)