Polri Telusuri Kabar 2 Korban Tewas Terduga Teroris Poso
Rabu, 05 November 2014 - 18:07 WIB
Polri Telusuri Kabar 2 Korban Tewas Terduga Teroris Poso
A
A
A
JAKARTA - Mabes Polri tengah menindaklanjuti informasi masyarakat yang menyebut ada dua korban tewas dalam baku tembak di lokasi yang diduga digunakan latihan kelompok teroris Poso.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar memaparkan, peristiwa bermula saat petugas gabungan dari Densus 88, Brimob Polda Sulawesi Tengah dan Mabes Polri, mengepung lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat latihan kelompok bersenjata yang selama ini meneror Poso.
Lokasi pengepungan tersebut berada di Gunung Inpo, Desa Padang Lembara, Kecamatan Poso Pesisir. Medan pengepungan terbilang sulit, karena merupakan wilayah hutan dan pegunungan.
Pada pengepungan yang dilakukan Kamis 30 Oktober 2014 sore itu, Boy memperkirakan ada lima hingga 10 orang bersenjata yang menghadang aparat.
"Setelah terjadi tembak-menembak, petugas belum mengetahui apakah ada korban tewas," kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2014).
Beberapa hari berjalan pasca peristiwa tembak-menembak itu, lanjut Boy, pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dua korban tewas di dekat lokasi baku tembak.
"Saat ini sedang kami cek informasi dari masyarakat itu, jadi (info) bukan dari kepolisian, tim masih mencari tahu," kata Boy.
Boy memaparkan, titik pengepungan merupakan kawasan di mana aparat menemukan beberapa bom rakitan. Bom itu diduga digunakan untuk kepentingan pelatihan teror.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar memaparkan, peristiwa bermula saat petugas gabungan dari Densus 88, Brimob Polda Sulawesi Tengah dan Mabes Polri, mengepung lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat latihan kelompok bersenjata yang selama ini meneror Poso.
Lokasi pengepungan tersebut berada di Gunung Inpo, Desa Padang Lembara, Kecamatan Poso Pesisir. Medan pengepungan terbilang sulit, karena merupakan wilayah hutan dan pegunungan.
Pada pengepungan yang dilakukan Kamis 30 Oktober 2014 sore itu, Boy memperkirakan ada lima hingga 10 orang bersenjata yang menghadang aparat.
"Setelah terjadi tembak-menembak, petugas belum mengetahui apakah ada korban tewas," kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2014).
Beberapa hari berjalan pasca peristiwa tembak-menembak itu, lanjut Boy, pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dua korban tewas di dekat lokasi baku tembak.
"Saat ini sedang kami cek informasi dari masyarakat itu, jadi (info) bukan dari kepolisian, tim masih mencari tahu," kata Boy.
Boy memaparkan, titik pengepungan merupakan kawasan di mana aparat menemukan beberapa bom rakitan. Bom itu diduga digunakan untuk kepentingan pelatihan teror.
(kri)