DPR Desak Jokowi Pilih Jaksa Agung Bersih
Rabu, 05 November 2014 - 11:59 WIB
DPR Desak Jokowi Pilih Jaksa Agung Bersih
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Jaksa Agung yang bersih. Menurutnya, tidak perduli latar belakangnya, yag terpenting Jaksa Agung tersebut bebas dari kepentingan.
"Saya punya aspirasi, supaya sapunya (Jaksa Agung) bersih," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, tidak masalah Presiden Jokowi menunjuk Jaksa Agung agak lebih lambat, yang terpenting memilih orang yang bersih.
Fahri menjelaskan, jika Jaksa Agung bersih maka tidak akan ada berkas kasus yang direkayasa atau bermasalah bisa masuk peradilan, karena jaksanya akan menolak.
"Kalau jaksanya beres dia akan menyapu, maka akan tolak itu sampah-sampah. Sehingga sampah ini tidak sampai masuk ke dalam ruang persidangan. Sekarang sampah itu masuk persidangan, harus dicegah dan itu (tugas) Jaksa Agung," ucapnya.
Mantan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, sangat mendukung supaya Jokowi memilih Jaksa Agung yang bersih. Tidak menjadi masalah dari eksternal atau internal kejaksaan.
"Yang penting bersih, jangan orang enggak berdaya, nanti sampahnya masuk pengadilan," tegas Fahri.
"Saya punya aspirasi, supaya sapunya (Jaksa Agung) bersih," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, tidak masalah Presiden Jokowi menunjuk Jaksa Agung agak lebih lambat, yang terpenting memilih orang yang bersih.
Fahri menjelaskan, jika Jaksa Agung bersih maka tidak akan ada berkas kasus yang direkayasa atau bermasalah bisa masuk peradilan, karena jaksanya akan menolak.
"Kalau jaksanya beres dia akan menyapu, maka akan tolak itu sampah-sampah. Sehingga sampah ini tidak sampai masuk ke dalam ruang persidangan. Sekarang sampah itu masuk persidangan, harus dicegah dan itu (tugas) Jaksa Agung," ucapnya.
Mantan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, sangat mendukung supaya Jokowi memilih Jaksa Agung yang bersih. Tidak menjadi masalah dari eksternal atau internal kejaksaan.
"Yang penting bersih, jangan orang enggak berdaya, nanti sampahnya masuk pengadilan," tegas Fahri.
(maf)