Sumbangkan Rp6,1 Triliun untuk Kesehatan

Selasa, 04 November 2014 - 16:41 WIB
Sumbangkan Rp6,1 Triliun...
Sumbangkan Rp6,1 Triliun untuk Kesehatan
A A A
WASHINGTON - Mantan CEO Microsoft Bill Gates berniat menyumbangkan USD500 juta atau sekitar Rp 6,1 triliun untuk memerangi beberapa penyakit menular seperti malaria, pneumonia, diare, dan berbagai infeksi parasit yang menyebabkan kematian.

Berbicara dalam pertemuan tahunan American Society of Tropical Medicine and Hygiene ke-63 di New Orleans, Gates mengatakan bahwa menyumbangkan sebagian kekayaannya melalui yayasannya, Gates Foundation. Dalam pertemuan tersebut, Gates juga melaporkan bahwa yayasannya telah meningkatkan pendanaan tahunan untuk malaria sebesar 30%.

Tindakan sang filantropi ini dilatarbelakangi oleh merebaknya virus ebola yang telah menewaskan kurang lebih 4.900 orang di Afrika Barat. Gates menyebut tahun ini adalah momen penting dalam sejarah kesehatan global. Dia berpendapat wabah malaria dan virus menular lainnya adalah alarm yang mengingatkan manusia untuk berupaya lebih kuat dalam menghadapi ancaman penyakit mematikan.

“Epidemi ebola telah menunjukkan bahwa dunia kesehatan masih memiliki tantangan berat, dan cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mendedikasikan diri dengan mengurangi beban global penyakit menular,” ujar Gates dilansir Reuters.

Gates mulai menjadi seorang filantropi setelah mempelajari karya Andrew Carnegie dan John D Rockefeller yang juga sering menyumbangkan kekayaannya. Langkah pertama Gates dimulai dengan menjual sebagian sahamnya di Microsoft pada 1994 untuk mendirikan William H Gates Foundation.

Kemudian berlanjut pada 2000, dengan mendirikan yayasan bersama istri dan keluarganya yang diberi nama Bill & Melinda Gates Foundation, yang saat ini menjadi yayasan amal paling transparan dan terbesar di dunia. Namun, yayasan milik Gates tidak selalu menuai pujian, sebab banyak pihak menilai yayasan Gates hanya berbasis pada farmasi yang justru tidak menjual produknya ke negara berkembang.

Inilah yang melatar belakangi pria berusia 59 tahun tersebut kini fokus membantu negara-negara berkembang. Ini dibuktikan dengan rencananya untuk menyumbangkan USD29 juta atau sekitar Rp351 miliar untuk memberantas malaria di Afrika Selatan dan Asia Tenggara. Pria yang pernah di drop-out dari Harvard University ini memandang malaria sebagai penyakit yang paling mematikan.

Ayah tiga anak ini akan berupaya untuk membuat vaksinvaksin pembunuh malaria dengan menyumbang USD150 juta atau sekitar Rp1,8 triliun kepada PATH Malaria Vaccine Initiative untuk memajukan pengembangan vaksin malaria dan generasi berikutnya.

“Kita harus tetap berkomitmen untuk pemberantasan malaria, karena sejarah menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan malaria adalah dengan membasinya secara tuntas,” tegas Gates.

Rini agustina
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved