Bentuk DPR Tandingan, KIH Terkesan Sibuk Berebut Kursi
Senin, 03 November 2014 - 08:37 WIB
Bentuk DPR Tandingan, KIH Terkesan Sibuk Berebut Kursi
A
A
A
JAKARTA - DPR tandingan bentukan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terus menuai kritik dari berbagai kalangan. Langkah parpol pendukung Jokowi-JK itu dipandang bukan strategi politik yang cakap.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, dari awal KIH kurang bermain taktis di tengah dominasi Koalisi Merah Putih (KMP).
"Dengan menjadikan diri sebagai tandingan terhadap pimpinan DPR yang jelas terpilih secara sah semakin memperlihatkan ketakpiawaian KIH dalam berkomunikasi dan lobi," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (3/11/2014).
Dia menilai, dengan mendirikan pemimpin DPR tandingan, secara telanjang KIH menunjukkan hasrat kepentingan dirinya. Dibandingkan keinginan untuk mengawal pemerintahan Jokowi-JK yang didukungnya untuk segera bekerja dengan dukungan penuh.
"Bukan malah sibuk merebut kursi. Ini kan memalukan, menjadi tertawaan publik. Sekaligus menjatuhkan citra Jokowi-JK," tandasnya.
Seperti diketahui, KIH membuat pemimpin DPR tandingan setelah tidak puas dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Tidak hanya menguasai pemimpin DPR dan MPR, tapi KMP juga menyapu bersih Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pemimpin komisi.
KIH telah menggelar rapat paripurna dan menetapkan ketua dan wakil ketua sementara DPR. Posisi ketua dipercayakan kepada Ida Fauziah dari Fraksi PKB.
Sementara empat wakil ketua sementara DPR adalah Supriyadi (Fraksi Nasdem), Effendi Simbolon (Fraksi PDIP), Saifullah Tamliha (Fraksi PPP) dan Dossy Iskandar (Fraksi Hanura).
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, dari awal KIH kurang bermain taktis di tengah dominasi Koalisi Merah Putih (KMP).
"Dengan menjadikan diri sebagai tandingan terhadap pimpinan DPR yang jelas terpilih secara sah semakin memperlihatkan ketakpiawaian KIH dalam berkomunikasi dan lobi," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (3/11/2014).
Dia menilai, dengan mendirikan pemimpin DPR tandingan, secara telanjang KIH menunjukkan hasrat kepentingan dirinya. Dibandingkan keinginan untuk mengawal pemerintahan Jokowi-JK yang didukungnya untuk segera bekerja dengan dukungan penuh.
"Bukan malah sibuk merebut kursi. Ini kan memalukan, menjadi tertawaan publik. Sekaligus menjatuhkan citra Jokowi-JK," tandasnya.
Seperti diketahui, KIH membuat pemimpin DPR tandingan setelah tidak puas dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Tidak hanya menguasai pemimpin DPR dan MPR, tapi KMP juga menyapu bersih Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pemimpin komisi.
KIH telah menggelar rapat paripurna dan menetapkan ketua dan wakil ketua sementara DPR. Posisi ketua dipercayakan kepada Ida Fauziah dari Fraksi PKB.
Sementara empat wakil ketua sementara DPR adalah Supriyadi (Fraksi Nasdem), Effendi Simbolon (Fraksi PDIP), Saifullah Tamliha (Fraksi PPP) dan Dossy Iskandar (Fraksi Hanura).
(kri)