Ancaman Pemecatan, DPC PPP Ramai-ramai Tantang Balik Romi

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 15:37 WIB
Ancaman Pemecatan, DPC...
Ancaman Pemecatan, DPC PPP Ramai-ramai Tantang Balik Romi
A A A
JAKARTA - Sejumlah pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PPP mengaku tak takut dengan ancaman pemecatan yang dilontarkan kubu Romahurmuziy (Romi) terkait kehadiran mereka di Muktamar PPP kubu Suryadharma Ali di Jakarta.

Ketua DPC Kabupaten Yalimo Papua Elia Yare menceritakan, dirinya tidak hadir saat Muktamar di Surabaya lantaran belum waktunya. Kemudian, ancaman pemecatan dan penggantian itu pun masuk ke dia. Yare dinilai tak menjalankan perintah DPW.

Yare akhirnya memilih datang ke Muktamar Jakarta. Dia beralasan Muktamar yang digelar di Hotel Grand Sahid ini dianggap sah karena mengacu pada AD/ART.

"Seperti Pasal 51 itu kan jelas kalau Muktamar setelah pemerintahan terbentuk. Jadi saya tidak takut sebenarnya," ujar Yare di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Berbeda dengan Yare, Sekretaris DPC Lanny Jaya Papua, Aman Yikwa mengaku tidak mendapat sanksi pemecatan lantaran tidak hadir dalam Muktamar di Surabaya. Meski begitu, jika kehadirannya di Muktamar Jakarta terancam bakal dipecat, Yikwa mengaku akan menerima.

Dia mengatakan, kehadirannya di Muktamar Jakarta hanya menjalankan AD/ART dan menyelamatkan kepengurusan di daerah. "Jadi kita pemimpin mau kayak gimana kita enggak pikirkan (pemecatan). Siapapun orangnya kita tetap pengaruh di situ (daerah)," ungkapnya.

Sementara, Sekretaris DPC Malang Aan Masyhuri mengatakan, ancaman sanksi pemecatan dari kubu Romi memang sempat ia dengar. Namun, ia mengaku belum mendapat ancaman tersebut.

Dia pun memberanikan hadir di Muktamar Jakarta lantaran Muktamar ini dianggap sah. Sebab, Muktamar ini dijalankan setelah pemerintah baru terbentuk sebagaimana diatur dalam Pasal 51 dalam AD/ART.

"Tapi dengan nanti setelah (Muktamar) ini menjadi suatu pengesahan, (pemecatan) yang ini dengan sendirinya gugur. Tidak berlaku pemecatan itu," tambahnya.

Sebelumnya, pada rapat perdana pimpinan nasional PPP, Romahurmuziy (Romi) yang dikukuhkan menjadi ketua umum versi Muktamar Surabaya meminta kepada kader dan pengurus di daerah untuk tak menghadiri Muktamar di Jakarta. Bahkan, Romi tak segan-segan akan memberikan sanksi keras bagi mereka yang hadir di Muktamar versi Suryadharma Ali.

"Bagi mereka yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi yang tegas, termasuk pemberhentian dari pengurus dan keanggotaan partai," kata Romi di Hotel Crown Plaza, Jakarta Selatan 29 Oktober 2014.
(kri)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved