Pimpinan Komisi Dipilih Tanpa Fraksi KIH

Rabu, 29 Oktober 2014 - 15:51 WIB
Pimpinan Komisi Dipilih...
Pimpinan Komisi Dipilih Tanpa Fraksi KIH
A A A
JAKARTA - Pimpinan DPR menegaskan tidak ingin larut dalam perdebatan mengenai mekanisme pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan Dewan (AKD). Meskipun empat fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tetap menolak menyerahkan susunan nama anggotanya, pimpinan DPR tetap akan melangsungkan pemilihan pimpinan komisi dan AKD pada hari ini.

”Jadi, besok(hariini) langsung ke acara pemilihan komisi dan AKD. Saya sendiri langsung memimpin di komisi I, II, III, Badan Legislatif (Baleg), dan BKSP (Badan Kerja Sama Parlemen),” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR di Jakarta kemarin.

Fadli mengatakan, empat fraksi yang belum menyerahkan nama tersebut tetap ditunggu hingga sebelum pemilihan pimpinan. Namun, jikapun tidak, itu bukan masalah karena jumlah anggota fraksi yang menyerahkan nama sudah kuorum atau sudah memenuhi syarat 50% plus satu.

Menurut Fadli, mekanisme pemilihan pimpinan, setiap fraksi diberi kesempatan mengajukan usulan paket pimpinan. ”Nanti bisa musyawarah mufakat atau voting. Mekanisme itu nanti akan kita pilih,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Jika empat fraksi KIH tidak menyerahkan nama, dipastikan mereka tidak akan memiliki satu pun perwakilan di pimpinan setiap komisi yang berjumlah 11 dan 5 AKD.

Penetapan anggota komisi dan AKD ini berlarut-larut karena fraksi KIH menolak menyerahkan nama anggotanya. Penolakan tersebut diduga karena jatah kursi pimpinan yang diminta tidak juga dipenuhi Koalisi Merah Putih (KMP).

Bahkan, dalam rapat paripurna untuk keempat kalinya dengan agenda penetapan komisi dan AKD kemarin, terjadi kericuhan akibat nama-nama anggota yang diserahkan fraksi PPP ditolak. Kubu Romahurmuziy (Romi) yang berafiliasi ke KIH menolak nama-nama yang diserahkan kubu Suryadharma Ali (SDA) yang berafiliasi ke Koalisi Merah Putih (KMP).

Di sisi lain, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pramono Anung mengatakan, KIH sebenarnya tidak meminta jatah banyak-banyak dari total pimpinan AKD sebanyak 47 kursi. Pihaknya hanya meminta 16 kursi agar ada perwakilan dari KIH di setiap komisi dan AKD.

”Tapi mereka menganggap permintaan kita berlebihan, di mana berlebihannya?” ujarnya kemarin.

Menurut Pramono, kemarin dirinya sudah berbicara dengan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa dan intinya menyepakati dilakukan mekanisme musyawarah dalam pemilihan pimpinan.

Kiswondari
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved