Listrik Hambat KPU Terapkan e-Voting & e-Counting

Selasa, 28 Oktober 2014 - 15:32 WIB
Listrik Hambat KPU Terapkan...
Listrik Hambat KPU Terapkan e-Voting & e-Counting
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui rencana penggunaan sistem elektronik pemungutan (e-voting) dan penghitungan (e-counting) masih sebatas wacana.

Hal itu dikatakan Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Menurutnya, namun jika disetujui pemerintah, penggunaan sistem itu akan diterapkan di pilkada serentak tahun depan.

Meski menginginkan penggunaan e-voting dan e-counting, KPU menilai masih banyak yang harus dipersiapkan terutama menyangkut payung hukum dan kajian akademisnya.

Ferry menjelaskan, setidaknya ada tiga persoalan jika e-voting dan e-counting ingin diterapkan pada pilkada mendatang.

"Pertama kesiapan itu mengacu pada program elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang belum semua diterima masyarakat Indonesia," kata Ferry, di Bali, Selasa (28/10/2014).

"Kedua infrastruktur ada enggak jaringan listrik di beberapa tempat. Atau masyarakat dikenalkan. Ini pekerjaan besar. Makanya bagaimana masalah lokalitas itu diselesaikan lebih awal," imbuhnya.

Kemudian kata dia, soal psikologis dan sosiologis politik. Menurutnya, penggunaan e-voting dan e-counting bukan saja persoalan sisi teknis dan elektronis, melainkan sikap 'penerimaan' dari elite politik dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan sistem itu.

Selebihnya kata Ferry, KPU hanya membutuhkan kajian dari para pakar dan akademisi untuk memantapkan penggunaan e-voting dan e-counting yang akan diterapkan pada pilkada.

"Nanti kita undang BPPT UI, ITB dan juga ahli IT yang punya pengalaman dengan aktvitas ini, bahkan pegiat pemilu," ujarnya.

Dia menambahkan, celah usulan penggunaan e-voting dan e-counting masih terbuka lebar bisa diterima. Pasalnya, pada Pilpres 2014 lalu, KPU mengklaim berhasil memperkenalkan sistem elektronik pemilu dengan sistem scan C1 untuk penghitungan dan rekapitulasi suara.

"Bahwa dalam pemungutan suara termasuk penghitungan dan rekap dapat dilakukan dengan sistem elektronik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Terbitkan 3 Sprindik...
Terbitkan 3 Sprindik Baru, Kejaksaan Sebut Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Saksi
Penanganan Perkara Febri...
Penanganan Perkara Febri Adriansyah Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved