Ruwatan dan Jamasan Pusaka Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Senin, 27 Oktober 2014 - 17:17 WIB
Ruwatan dan Jamasan...
Ruwatan dan Jamasan Pusaka Dongkrak Kunjungan Wisatawan
A A A
KULONPROGO - Sejumlah tradisi dan ritual menyambut Tahun Baru Islam, Muharam 1436 H atau dikenal dengan bulan Assyura, masih dilaksanakan masyarakat Kulonprogo, Yogyakarta.

Mereka menggelar beberapa tradisi mulai jamasan (memandikan) barang-barang pusaka, ruwatan, hingga melarung sesaji. Puncak objek wisata Suroloyo pun banyak dipadati pengunjung.

Di Padepokan Gunung Lanang Pedukuhan Kalibayem Desa Sindutan Kecamatan Temon, pada malam 1 Muharam ini dilaksanakan ”Ruwatan Agung Salira Lestari Jati dan pentas wayang kulit oleh Ki Basuki dengan lakon Gatotkaca Winisudha (Brajadenta Balela)”. Pagi harinya dilakukan labuhan di Pantai Congot untuk membuang sukerta. ”Ada 77 peserta dari beberapa kota besar di Jawa,” papar pengelola Padepokan Gunung Lanang Ki Soewaldji.

Ruwatan ini memiliki makna membersihkan diri demi masa depan yang lebih baik yang ditandai dengan mandi. Mereka juga membuang sial dengan membuang sukerto dengan melabuhkan benda-benda di Pantai Congot. Sementara pada pagi harinya juga digelar upacara adat suran dan jamasan pusaka Suroloyo di Sendang Kawidodaren. Sebelum dijamas, pusaka yang dibawa itu dikirab menuju Sendang Kawidodaren yang airnya diyakini bisa memancarkan kecantikan dan lebih awet muda.

Di perdukuhan Klebakan Salamrejo, Sentolo, juga dilakukan jamasan pusaka berupa kitab daun lontar. Kitab ini sudah berusia ratusan tahun dan ada sejak Kerajaan Mataram. Secara turun-temurun, kitab ini dirawat keluarga Ny Mangun Sukirah. ”Sesuai wasiat kakek buyut, setiap 1 Muharam dilakukan jamasan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pa-riwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana mengatakan, tradisi ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang. Puncak Suroloyo, misalnya, mampu mendatangkan ribuan pengunjung. ”Tradisi ini telah menjadi bagian pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Kuntadi
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Minta Beras ke Kades,...
Minta Beras ke Kades, Warga Miskin di Bengkulu Dipolisikan
Sultan Mahmud Badaruddin...
Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved