KPK Pastikan 5 Kandidat Menteri Jokowi Bermasalah
Senin, 20 Oktober 2014 - 23:20 WIB
KPK Pastikan 5 Kandidat Menteri Jokowi Bermasalah
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan lima kandidat menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-M Jusuf Kalla (JK) memiliki rapor bermasalah secara hukum.
Hal tersebut disampaikan empat pemimpin KPK, Abraham Samad, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, dan Bambang Widjojanto bertemu Jokowi, Minggu 19 Oktober 2014 malam di Gedung KPK, Jakarta.
Empat pemimpin KPK itu sepakat memberi catatan merah dan kuning atas 5 nama dari sejumlah nama calon menteri yang sudah ditelusuri.
Nama-nama tersebut disodorkan Jokowi melalui dua anggota Tim Transisi Jokowi-JK, Rini M Soemarno dan Hasto Kristiyanto, Jumat 17 Oktober.
"Ada lima nama yang dapat catatan (merah dan kuning)," kata seorang sumber kepada KORAN SINDO, Senin (20/10/2014).
Dikabarkan ada sekitar 33 sampai 43 nama calon menteri yang diserahkan Jokowi ke KPK.
Di antaranya: Yunus Husein, Muhaimin Iskandar, Rusdi Kirana, Ignatius Jonan, Sri Mulyani Indrawati, Luhut Panjaitan, Anies Baswedan, Komjen Pol Budi Gunawan.
Kemudian Yudi Krisnandi, Mas Achmad Santosa, Darmin Nasution, Sudhamek AWS, Hamid Awaluddin, Jhonny Darmawan, Eva Kusuma Sundari, Pramono Anung, Puan Maharani, Ferry Mursidan Baldan, Marwan Jafar, Jimmly Asshiddiqie, Hasto Krisyanto, Rini M Soemarno.
Hal tersebut disampaikan empat pemimpin KPK, Abraham Samad, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, dan Bambang Widjojanto bertemu Jokowi, Minggu 19 Oktober 2014 malam di Gedung KPK, Jakarta.
Empat pemimpin KPK itu sepakat memberi catatan merah dan kuning atas 5 nama dari sejumlah nama calon menteri yang sudah ditelusuri.
Nama-nama tersebut disodorkan Jokowi melalui dua anggota Tim Transisi Jokowi-JK, Rini M Soemarno dan Hasto Kristiyanto, Jumat 17 Oktober.
"Ada lima nama yang dapat catatan (merah dan kuning)," kata seorang sumber kepada KORAN SINDO, Senin (20/10/2014).
Dikabarkan ada sekitar 33 sampai 43 nama calon menteri yang diserahkan Jokowi ke KPK.
Di antaranya: Yunus Husein, Muhaimin Iskandar, Rusdi Kirana, Ignatius Jonan, Sri Mulyani Indrawati, Luhut Panjaitan, Anies Baswedan, Komjen Pol Budi Gunawan.
Kemudian Yudi Krisnandi, Mas Achmad Santosa, Darmin Nasution, Sudhamek AWS, Hamid Awaluddin, Jhonny Darmawan, Eva Kusuma Sundari, Pramono Anung, Puan Maharani, Ferry Mursidan Baldan, Marwan Jafar, Jimmly Asshiddiqie, Hasto Krisyanto, Rini M Soemarno.
(maf)