Guru PNS Enggan Dipindah ke Daerah Terpencil

Sabtu, 18 Oktober 2014 - 05:16 WIB
Guru PNS Enggan Dipindah...
Guru PNS Enggan Dipindah ke Daerah Terpencil
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan para guru PNS banyak yang tidak mau ditugaskan di daerah terpencil. Mereka lebih memilih tidak menerima tunjangan daripada dipindah tugas.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengungkapkan, banyak guru yang tidak mau dipindahkan ke kota lain.

Terutama jika ada penugasan ke daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) mereka mengabaikannya.

"Jadi guru itu banyak yang tidak mau dipindahkan. Mereka lebih baik mengajar di perkotaan daripada di desa. Terutama di daerah 3T," kata Sumarna di Gedung Kemendikbud, Jumat 17 Oktober kemarin.

Dia menyatakan, hingga saat ini pihaknya hanya mengurus surat mutasi 700 guru saja dari 500-an kabupaten kota di Indonesia.

"Entah karena alasan apa mereka tidak mau mengabdi ke daerah lain. Mereka lebih memilih tidak mencapai kuota 24 jam mengajar sehingga tidak menerima tunjangan profesi daripada dipindahkan," ujarnya.

Pemerintah daerah pun tidak dapat berbuat banyak padahal kewenangan pemindahan ini juga ada di mereka.

Daerah, lanjut Sumarna, semestinya melihat proporsi guru dimana yang daerahnya kekurangan guru maka harus ada guru yang disebar.

Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan, guru wajib bersedia dipindahkan ke daerah lain.

Apalagi sudah ada peraturan perundangan yang mengatur bahwa semua abdi negara termasuk guru bisa dipindahtugaskan atau dimutasi ke daerah lain.

Menurut Nuh, guru sudah mendapat tunjangan profesi yang sedemikian besar.

Semestinya guru sadar bahwa dibalik tunjangan yang besar itu diimbangi dengan tanggung jawab dan kualitas.

Tunjangan profesi, lanjut Nuh, disamping untuk meningkatkan kesejahteraan mengharuskan guru mengubah pola mengajarnya supaya lebih bagus lagi.

Selain itu jika sebelumnya banyak guru yang absen mengajar kini sudah tidak boleh lagi meninggalkan kelas tanpa alasan jelas.

Mantan Menkominfo ini mengatakan, ke depan sebaiknya manajemen guru ditata kembali.

Sistem pendidikan ini, masih diotonomikan sesuai dengan UU No 32 sehingga kabupaten kota yang berhak memindahkan dan mengangkat guru.

"Pendidikan tidak seharusnya diurus kabupaten kota tapi diurus pemerintah pusat. Dengan demikian pusat ada kewenangan mengelola guru. Selama di kabupaten kota saya pesimis bisa meningkatkan pemerataan guru," terangnya.
(whb)
Berita Terkait
Tunjangan Guru Belum...
Tunjangan Guru Belum Cair? Periksa Kembali Nomor Rekening
Aturan Kenaikan Tunjangan...
Aturan Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN Terbit, Begini Mekanisme Pencairannya
Kemendikdasmen Targetkan...
Kemendikdasmen Targetkan Penyaluran Tunjangan Guru Tuntas Jelang HGN 2025
Kabar Baik, TPG Guru...
Kabar Baik, TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Pekan Ini, Proses SKAKPT Dipercepat
TPG Guru Cair Bulanan...
TPG Guru Cair Bulanan Mulai 2026, Anggaran Capai Rp72,2 Triliun
Begini Tahapan Penyaluran...
Begini Tahapan Penyaluran Tunjangan Guru, TPG dan TKG
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved