Ke KMP atau Koalisi Jokowi, PPP Hadapi Dilema
Jum'at, 10 Oktober 2014 - 07:58 WIB
Ke KMP atau Koalisi Jokowi, PPP Hadapi Dilema
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai sedang mengalami dilema dalam menentukan arah politiknya. PPP dihadapkan dua pilihan.
Pertama, bergabung secara permanen dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan
partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Kedua, kembali ke Koalisi Merah Putih (KMP) setelah sebelumnya berpaling ke KIH saat pemilihan paket ketua dan wakil ketua
MPR.
"PPP sepertinya sedang hadapi dilema," kata pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Idil Akbar kepada Sindonews, Kamis 9 Oktober 2014.
Idil menilai ada plus dan minus bergabung 0dalam dua koalisi itu. PPP kemungkinan akan meraih kursi menteri bila bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK. "Setidaknya bisa kursi menteri agama, karena menteri agama saat ini dari PPP," katanya.
Namun, kata dia, bukan berarti pilihan itu tanpa risiko. PPP harus siap menghadapi Koalisi Merah Putih yang memiliki kekuatan di DPR.
"Kalau sudah bergabung di Koalisi Indonesia Hebat, PPP pasti akan diminta all out mendukung berbagai program pemerintah. Itu tantatangannya," tutur Idil.
Sebaliknya jika bergabung di Koalisi Merah Putih, kata dia, PPP berkesempatan untuk meraih kursi ketua komisi-komisi di DPR. "KMP sepertinya masih membuka diri," katanya.
Dia menilai ketidakjelasan sikap PPP tidak terlepas dari perpecahan di internal partai tersebut.Idil mengaku tidak terkejut jika PPP meninggalkan Koalisi Merah Putih karena banyak kader partai itu yang memang sejak awal ingin ke Jokowi-JK. "Jadi memang ada peluang, PPP ke KIH," katanya.
Pertama, bergabung secara permanen dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan
partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Kedua, kembali ke Koalisi Merah Putih (KMP) setelah sebelumnya berpaling ke KIH saat pemilihan paket ketua dan wakil ketua
MPR.
"PPP sepertinya sedang hadapi dilema," kata pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Idil Akbar kepada Sindonews, Kamis 9 Oktober 2014.
Idil menilai ada plus dan minus bergabung 0dalam dua koalisi itu. PPP kemungkinan akan meraih kursi menteri bila bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK. "Setidaknya bisa kursi menteri agama, karena menteri agama saat ini dari PPP," katanya.
Namun, kata dia, bukan berarti pilihan itu tanpa risiko. PPP harus siap menghadapi Koalisi Merah Putih yang memiliki kekuatan di DPR.
"Kalau sudah bergabung di Koalisi Indonesia Hebat, PPP pasti akan diminta all out mendukung berbagai program pemerintah. Itu tantatangannya," tutur Idil.
Sebaliknya jika bergabung di Koalisi Merah Putih, kata dia, PPP berkesempatan untuk meraih kursi ketua komisi-komisi di DPR. "KMP sepertinya masih membuka diri," katanya.
Dia menilai ketidakjelasan sikap PPP tidak terlepas dari perpecahan di internal partai tersebut.Idil mengaku tidak terkejut jika PPP meninggalkan Koalisi Merah Putih karena banyak kader partai itu yang memang sejak awal ingin ke Jokowi-JK. "Jadi memang ada peluang, PPP ke KIH," katanya.
(dam)