Kemenkeu Segera Selesaikan Anggaran Rumah Mantan Presiden

Kamis, 09 Oktober 2014 - 18:02 WIB
Kemenkeu Segera Selesaikan...
Kemenkeu Segera Selesaikan Anggaran Rumah Mantan Presiden
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini sedang menyelesaikan perhitungan anggaran rumah mantan presiden dan wakil presiden.

Direktur DJKN Kemenkeu Hadiyanto berjanji, pihaknya akan menyelesaikan urusan anggaran rumah pensiunan presiden dan wapres tersebut dalam minggu ini.

"Segera harus diselesaikan dalam minggu ini (anggaran rumah mantan presiden). Kita lihat sebentar lagi, sabar sedang dihitung, sedang disiapkan dan dirapihkan," ujar dia usai Rakor Pengadaan Rumah Bagi Mantan Presiden dan Wapres di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Lebih lanjut, dia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru Nomor 189/PMK.06/2014 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan, dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman Bagi Mantan Presiden dan Mantan Wapres RI, disebutkan bahwa dasar pengalokasian anggaran tersebut adalah total nilai tanah ditambah total nilai bangunan.

"Sesuai ketentuan PMK ada batasan nilai sebagai acuan untuk pengusulan anggaran. Itu sudah ada nilainya. Dari Menkeu akan dijawab ke Mensesneg, besarnya maksimal plafon penganggaran berdasarkan benchmark sebesar kali 1.500 meter persegi (m2)," terang dia.

Kendati demikian, Hadiyanto mengaku belum bisa menyebutkan besaran dana yang dianggarkan untuk mantan presiden dan wakil presiden tersebut. Namun menurutnya, anggaran akan disesuaikan dengan kemampuan negara.

"Angkanya belum bisa di-disclose. APBN kita kan Rp2.000 triliun, kemampuan negara ya sesuai itu. Yang wajar berdasarkan kualitatifnya di sana sesuai PMK," ucap Hadiyanto.

Ditabahkannya, jika harga plafon rumah melebihi batas yang dianggarkan, maka pensiunan presiden dan wakil presiden tersebut harus menanggung sendiri kekurangannya.

"Kalau melebihi plafon 1.500 kali benchmark, dibayar yang bersangkutan atau mencari lokasi lain," pungkas dia.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved