Politik Tidak Bisa Lepas dari Lobi dan Dialog
Jum'at, 03 Oktober 2014 - 05:39 WIB
Politik Tidak Bisa Lepas dari Lobi dan Dialog
A
A
A
JAKARTA - Dalam menyikapi setiap dinamika politik yang ada, partai politik (parpol) maupun elite, diminta mengedepankan dialog atau lobi politik.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari The Founding Fathers House (FFH), Syahrial Nasution. Menurutnya, kegagalan dari kubu pendukung Jokowi-Jk, karena lemahnya lobi politik.
"Seperti membuat petisi atau menggagalkan judicial review UU Pilkada. Padahal itu kekalahan dari kelompok yang tidak mau ada dialektika politik. Sedangkan politik itu perlu dialog," kata Syahrial saat dihubungi Sindonews, Jumat (3/10/2014).
Syahrial mengungkapkan, ketika salah satu pihak merasa tidak puas dengan hasil yang dicapai, jangan lantas membawa dan memprovokasi atas nama rakyat.
"Dalam menyikapi kekalahan ini kemudian sengaja memanfaatkan atas nama rakyat, sekarang manas-manasin atas nama rakyat. Jangan seperti itu. Rakyat sudah selesai pada 9 Juli kemarin (saat pemilihan presiden)," pungkasnya.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari The Founding Fathers House (FFH), Syahrial Nasution. Menurutnya, kegagalan dari kubu pendukung Jokowi-Jk, karena lemahnya lobi politik.
"Seperti membuat petisi atau menggagalkan judicial review UU Pilkada. Padahal itu kekalahan dari kelompok yang tidak mau ada dialektika politik. Sedangkan politik itu perlu dialog," kata Syahrial saat dihubungi Sindonews, Jumat (3/10/2014).
Syahrial mengungkapkan, ketika salah satu pihak merasa tidak puas dengan hasil yang dicapai, jangan lantas membawa dan memprovokasi atas nama rakyat.
"Dalam menyikapi kekalahan ini kemudian sengaja memanfaatkan atas nama rakyat, sekarang manas-manasin atas nama rakyat. Jangan seperti itu. Rakyat sudah selesai pada 9 Juli kemarin (saat pemilihan presiden)," pungkasnya.
(maf)