Manuver SBY Tidak Teken UU Pilkada Penuh Risiko

Kamis, 02 Oktober 2014 - 06:02 WIB
Manuver SBY Tidak Teken...
Manuver SBY Tidak Teken UU Pilkada Penuh Risiko
A A A
JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar, Slamet Effendi Yusuf mengatakan, niat Presiden SBY untuk tidak tanda tangan UU Pilkada akan berisiko.

Hal itu dikatakan Slamet Effendy di akun Facebooknya. Sedangkan dia kini tengah berada di kota suci Makkah.

"Pak Sby Yth. Saya sedang di Makkah. Dari tanah air saya membaca berita tentang niat Bpk (SBY)," ucap Slamet Effendy, Rabu 1 Oktober 2014.

"1. Tidak menandatangani RUU Pilkada yang sudah disahkan menjadi UU atau 2. Menandatangani RUU itu, lalu dilanjutkan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU," imbuhnya.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menegaskan, dirinya mengetahui niat SBY tersebut merupakan hasil dari dengar pendapat dengan Yusril Ihza Mahendra dan Denny JA.

"Saya mendengar niat Bapak melakukan salah satu dari dua opsi itu setelah mendengar saran dan pendapat dari Prof Yusril IM dan Dr Denny JA," ungkapnya.

"Pak SBY Yth. Menurut saya dua langkah itu sama-sama mengandung risiko dari sudut ketatanegaraan dan politik. Karena dua cara itu sama-sana memuat subtansi yang tricky, akal-akalan," tambahnya.

Diakui Slamet, yang dilakukan tersebut bukanlah substansi penegakan tradisi ketatanegaraan yang benar serta praktika politik yang menghargai proses politik yang objektif.

"Padahal 10 tahun Bpk memerintah, dua hal itu selalu dipegang teguh. Oleh karena itu anjuran saya sebaiknya dua hal itu tidak ditempuh. Karena akan menimbulkan problem konstitusional yang membawa krisis serius pada kehidupan politik nasional kita," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved